Membelot di Pilwali, Tokoh PDIP Surabaya Mat Mochtar Dipecat
Kamis, 19 November 2020 - 15:52 WIB
Atas dasar hal tersebut, Djarot meyakini, ketika Eri-Armudji dikepung, dan lawan memiliki begitu banyak logistik dan dana, Surabaya justru semakin bersatu. "Eri semakin kuat justru karena gemblengan dan kepungan. Jadi ketika Surabaya dikepung, seperti halnya ketika Sekutu mengepung Surabaya, perlawanan rakyat untuk mendukung pemimpin yang baik akan semakin kuat," tandas Djarot.
Seperti diketahui, Mat Mochtar menyatakan mendukung paslon Machfud Arifin-Mujiaman Sukirno. Dia kecewa karena PDIP tak mengusung Wakil Wali Kota Surabaya saat ini, Whisnu Sakti Buana. Menurutnya, Whisnu Sakti Buana merupakan kader asli partai, serta putra dari tokoh senior PDIP almarhum Sutjipto.
"PDIP tetap partai saya, tapi untuk pilihan di Pilwali Surabaya pada 9 Desember 2020 dukung Machfud-Mujiaman," ujar Mat Mochtar.
Seperti diketahui, Mat Mochtar menyatakan mendukung paslon Machfud Arifin-Mujiaman Sukirno. Dia kecewa karena PDIP tak mengusung Wakil Wali Kota Surabaya saat ini, Whisnu Sakti Buana. Menurutnya, Whisnu Sakti Buana merupakan kader asli partai, serta putra dari tokoh senior PDIP almarhum Sutjipto.
"PDIP tetap partai saya, tapi untuk pilihan di Pilwali Surabaya pada 9 Desember 2020 dukung Machfud-Mujiaman," ujar Mat Mochtar.
(shf)
Lihat Juga :