Pria Asal Sumenep Nekat Gorok Lehernya di Bandara Hasanuddin Karena Ditinggal Rombongan
Senin, 16 November 2020 - 16:33 WIB
Petugas menunjukkan lokasi tempat dimana pria asal Sumenep, Sandi menggorok lehernya sendiri karena diduga depresi ditinggal rombongannya di Bandara Sultan Hasanuddin, menuju Timika, Senin (16/11/2020). Foto: SINDONews/Najmi S Limonu
MAROS - Diduga depresi karena ditinggalkan rombongannya menuju Timika, Seorang pria asal Sumenep, Jawa Timur, Sandi, nekat menggorok lehernya sendiri, Selasa, (17/11/2020).
Dia baru ditemukan oleh pihak security bandara setelah tersungkur dan bersimbah darah di sisi kiri terminal keberangkatan Bandara Sultan Hasanuddin , di area loading dock. (Baca Juga: Dua Bocah Ditemukan Tewas dalam Kolam Galian Pembuatan Jembatan)
Stakeholder Relation Manager PT Angkasa Pura I Iwan Risdianto mengatakan, korban pertama kali ditemukan oleh security bandara. Security menemukannya, setelah mendengar ada suara teriakan kesakitan. Namun beberapa jam sebelum kejadian, salahsatu karyawan Angkasa Pura Hotel, Rian di lokasi Loading Dock yang merupakan area terlarang bagi calon penumpang. Yang bersangkutan sempat ditegur, karena area tersebut bukanlah area publik, sehingga Rian memintanya untuk keluar.
“Sebelum kejadian itu, korban sempat ditegur oleh karyawan kami, karena telah memasuki area khusus menurunkan barang-barang untuk tenant yang ada di Bandara. Dia diminta untuk keluar. Tapi yang bersangkutan tidak mengindahkan teguran itu. Sampai akhirnya si Rian ini meninggalkannya di situ,” jelas Iwan saat ditemui di terminal keberangkatan. (Baca Juga: Kapolsek Bandara Sultan Hasanuddin Ajak Warga Patuh Pakai Masker)
Dia baru ditemukan oleh pihak security bandara setelah tersungkur dan bersimbah darah di sisi kiri terminal keberangkatan Bandara Sultan Hasanuddin , di area loading dock. (Baca Juga: Dua Bocah Ditemukan Tewas dalam Kolam Galian Pembuatan Jembatan)
Stakeholder Relation Manager PT Angkasa Pura I Iwan Risdianto mengatakan, korban pertama kali ditemukan oleh security bandara. Security menemukannya, setelah mendengar ada suara teriakan kesakitan. Namun beberapa jam sebelum kejadian, salahsatu karyawan Angkasa Pura Hotel, Rian di lokasi Loading Dock yang merupakan area terlarang bagi calon penumpang. Yang bersangkutan sempat ditegur, karena area tersebut bukanlah area publik, sehingga Rian memintanya untuk keluar.
“Sebelum kejadian itu, korban sempat ditegur oleh karyawan kami, karena telah memasuki area khusus menurunkan barang-barang untuk tenant yang ada di Bandara. Dia diminta untuk keluar. Tapi yang bersangkutan tidak mengindahkan teguran itu. Sampai akhirnya si Rian ini meninggalkannya di situ,” jelas Iwan saat ditemui di terminal keberangkatan. (Baca Juga: Kapolsek Bandara Sultan Hasanuddin Ajak Warga Patuh Pakai Masker)
Lihat Juga :