Akselerasi Pemulihan Ekonomi, Jabar Kembali Pinjam Dana PEN Rp2,2 Triliun

Minggu, 15 November 2020 - 07:40 WIB
Gubernur Jabar Ridwan Kamil menandatangani perjanjian pinjaman tahun 2020 di kantor PT SMI, Jakarta, Jumat (13/11/2020). Foto/Humas Pemprov Jabar. Foto SINDOnews
SURABAYA - Provinsi Jawa Barat bakal kembali menerima dana pinjaman dalam program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) Daerah sebesar Rp2,2 triliun untuk mempercepat penanganan pemulihan ekonomi yang terpuruk akibat pandemi COVID-19.

Dana pinjaman sebesar Rp2,2 trilun yang akan diterima pada 2021 mendatang itu merupakan dana pinjaman tahap kedua yang digelontorkan PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) atau PT SMI. Pada tahap pertama, Jabar telah menerima dana pinjaman sebesar Rp1,812 triliun. (Baca juga: Genjot Pertumbuhan Ekonomi, Isuzu Bidik Sektor Logistik )



Hal itu dikatakan Gubernur Jabar, Ridwan Kamil seusai penandatanganan perjanjian dana pinjaman PEN Daerah tahap pertama bersama Direktur Utama PT SMI, Edwin Syahrurazad di hadapan notaris di kantor PT SMI, Jakarta, Jumat (13/11/2020).

Diketahui, penandatanganan perjanjian dana PEN Daerah antara Pemprov Jabar dan PT SMI sebelumnya sudah dilakukan via konferensi video pada Kamis, 24 September 2020 lalu. "Mudah-mudahan dengan dukungan luar biasa dari PT SMI, pemulihan ekonomi Jawa Barat akan lebih membaik. Caturwulan ini juga sudah membaik, tapi tentunya akan diakselerasi," kata Ridwan Kamil dalam keterangan resminya, Sabtu (14/11/2020).

Lebih lanjut, Gubernur yang akrab disapa Kang Emil itu mengatakan, dana pinjaman tahap pertama sebesar Rp1,812 triliun digunakan untuk membiayai berbagai kegiatan infrastruktur. Adapun rinciannya, yakni infrastruktur jalan senilai Rp463,558 miliar, infrastruktur pengairan Rp27,96 miliar, infrastruktur perumahan Rp200,55 miliar, dan infrastruktur perkotaan ruang terbuka publik Rp63,692 miliar.

Selain itu, infrastruktur perkotaan bangunan publik senilai Rp25,598 miliar, infrastruktur sosial pariwisata Rp15 miliar, dan infrastruktur sosial kesehatan Rp1,016 triliun. "Alhamdulillah sudah berjalan pekerjaan-pekerjaannya, utamanya di konstruksi atau infrastruktur karena memang kebijakan PEN iniuntuk pemulihan ekonomi melalui infrastruktur," kata Kang Emil.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!