RIB Lawan COVID-19 dan Warga Rusun Pengadegan Kembangkan Urban Farming
Jum'at, 13 November 2020 - 12:53 WIB
Selain manfaat ekonomi, Sandi berharap kegiatan ini dapat menguatkan rasa kebersamaan dan menciptakan budaya gotong-royong dalam lingkungan tempat tinggal melalui kelompok tani dan usaha UMKM. "Tetap produktif menemukan ide-ide baru dan segar agar bertahan dalam kesulitan,” jelas mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta ini.
RIB Lawan COVID-19 juga memberikan bantuan pelatihan pengelolaan budidaya pangan dari pakar pertanian. Dengan ini diharapkan masyarakat penerima bantuan memiliki keahlian untuk menjalankannya secara mandiri dan berkelanjutan.
Tidak hanya itu, RIB Lawan COVID-19 juga memberikan bantuan mesin pembuat donat, mesin pendingin, serta blender untuk mendukung keberlangsungan usaha mikro yang dikembangkan UMKM Kelompok Tani Hidrofresh 2. "Semoga usaha kemandirian pangan hasil swadaya warga dapat berperan membangun perekonomian nasional, termasuk pengembangan usaha berbasis potensi daerah dan berorientasi pasar," tutur Sandi. (Baca juga: Pandemi Bikin Angka Kelaparan Naik Dua Kali Lipat, Saatnya Reformasi Sistem Pangan)
Ketua Kelompok Tani Hidrofresh 2 Pengadegan, Saparno mengatakan, modal awal untuk membuat urban farming ini swadaya sesama anggota dengan membikin dua kolam ikan budidaya. Meski sederhana, metode akuaponik budikdamber butuh keterampilan khusus agar hasil yang didapatkan bisa maksimal.
“Keterbatasan modal dan sarana yang dimiliki masih jauh dari cukup untuk memenuhi kebutuhan pangan kelompok, maupun warga sekitar yang membutuhkan. Semoga warga sekitar sini bisa mendapatkan sayuran murah dan ikan berkualitas setiap harinya," katanya.
RIB Lawan COVID-19 juga memberikan bantuan pelatihan pengelolaan budidaya pangan dari pakar pertanian. Dengan ini diharapkan masyarakat penerima bantuan memiliki keahlian untuk menjalankannya secara mandiri dan berkelanjutan.
Tidak hanya itu, RIB Lawan COVID-19 juga memberikan bantuan mesin pembuat donat, mesin pendingin, serta blender untuk mendukung keberlangsungan usaha mikro yang dikembangkan UMKM Kelompok Tani Hidrofresh 2. "Semoga usaha kemandirian pangan hasil swadaya warga dapat berperan membangun perekonomian nasional, termasuk pengembangan usaha berbasis potensi daerah dan berorientasi pasar," tutur Sandi. (Baca juga: Pandemi Bikin Angka Kelaparan Naik Dua Kali Lipat, Saatnya Reformasi Sistem Pangan)
Ketua Kelompok Tani Hidrofresh 2 Pengadegan, Saparno mengatakan, modal awal untuk membuat urban farming ini swadaya sesama anggota dengan membikin dua kolam ikan budidaya. Meski sederhana, metode akuaponik budikdamber butuh keterampilan khusus agar hasil yang didapatkan bisa maksimal.
“Keterbatasan modal dan sarana yang dimiliki masih jauh dari cukup untuk memenuhi kebutuhan pangan kelompok, maupun warga sekitar yang membutuhkan. Semoga warga sekitar sini bisa mendapatkan sayuran murah dan ikan berkualitas setiap harinya," katanya.
(poe)
Lihat Juga :