PWI Lampung Siap Dampingi Wartawan yang Diintimidasi Wali Kota Bandar Lampung
Senin, 09 November 2020 - 17:34 WIB
Aksi wartawan menolak kekerasan yang kerap dilakukan narasumber.Foto/Dok SINDOnews
BANDAR LAMPUNG - Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Lampung siap mendampingi wartawan yang diintimidasi Wali Kota Bandar Lampung, Herman HN. Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Lampung, Supriyadi Alfian mengatakan, PWI Lampung berada di depan untuk melindungi para wartawan yang teraniaya.
"Jangan takut dengan ancaman, tugas kita (wartawan) memberitakan kejadian dan konfirmasi kepada narasumber," kata Supriyadi dalam siaran persnya melalui pesan WhatsApp, Senin (9/11/2020). (Baca juga: Video Pria Berseragam TNI Ajak Memilih Salah Satu Paslon di Bengkulu Utara Viral, Kodim 0423/BU Buru Pelaku)
Dia menyebutkan, sikap Wali Kota Bandar Lampung yang mengancam saat dikonfirmasi tidak dapat dibenarkan. "Sebagai pejabat publik seharusnya memberikan contoh yang baik. Bukannya bertindak semaunya sendiri," ucap Bang Yadi, sapaan akrab Supriyadi. (Baca juga: Kena PHK, Mamah Muda Nekat Jualan Sabu yang Disimpan dalam Kotak Kosmetik)
Menurut dia, seorang pejabat memang memiliki hak untuk tidak menjawab pertanyaan wartawan, namun bukanya harus menjadi anti kritik. "Saat dikonfirmasi oleh wartawan harusnya memberikan jawaban yang baik, bukan ditanggapi dengan pengancaman pemecahan kepala. Itu namanya pemimpin arogan," tegas Bang Yadi.
"Jangan takut dengan ancaman, tugas kita (wartawan) memberitakan kejadian dan konfirmasi kepada narasumber," kata Supriyadi dalam siaran persnya melalui pesan WhatsApp, Senin (9/11/2020). (Baca juga: Video Pria Berseragam TNI Ajak Memilih Salah Satu Paslon di Bengkulu Utara Viral, Kodim 0423/BU Buru Pelaku)
Dia menyebutkan, sikap Wali Kota Bandar Lampung yang mengancam saat dikonfirmasi tidak dapat dibenarkan. "Sebagai pejabat publik seharusnya memberikan contoh yang baik. Bukannya bertindak semaunya sendiri," ucap Bang Yadi, sapaan akrab Supriyadi. (Baca juga: Kena PHK, Mamah Muda Nekat Jualan Sabu yang Disimpan dalam Kotak Kosmetik)
Menurut dia, seorang pejabat memang memiliki hak untuk tidak menjawab pertanyaan wartawan, namun bukanya harus menjadi anti kritik. "Saat dikonfirmasi oleh wartawan harusnya memberikan jawaban yang baik, bukan ditanggapi dengan pengancaman pemecahan kepala. Itu namanya pemimpin arogan," tegas Bang Yadi.
Lihat Juga :