Kasus Positif COVID-19 di Kabupaten Bogor Terus Menurun

Senin, 09 November 2020 - 10:30 WIB
Selanjutnya, berdasarkan penelusuran kontak para tenaga pemantau mulai mengelompokan orang-orang berisiko mulai dari kotak erat hingga suspek. “Setiap hari mereka akan memantau orang dengan beriko itu dan dianjurkan melakukan isolasi mandiri. Dinkes juga melaporkan kasus tiap hari ke propinsi by name by address dan dilaporkan ke Kemenkes,” terang Retno yang juga Kadisnkes Kota Bogor.

Menurut dia Kota Bogor saat ini bekerjasama dengan Litbangkes BBTKL, Jakarta, BPOM Jakarta, Labkesda Jabar Bandung, Lab IPB, dan Lab Balitvet Bogor untuk melakukan uji sampel. Hasil uji sampel bisa diketahui kurang lebih satu pekan. Hasil dapat lebih lama, bila fasilitas lab-lab tersebut penuh.

Untuk proses mengetahui pasien positif, tambah Retno, dari laboratorium hasilnya langsung di input ke PHEOC Kemenkes. Kemudian hasilnya diteruskan ke dinkes dan Satgas Provinsi Jabar. "Untuk pasien positif data dari Lab langsung terintegrasi ke PHEOC Kemenkes," jelas Retno.

Terkait penyelarasan data yang diminta Pemerintah Pusat, Retno menyebut skema kerja yang dilakukan Pemkot Bogor saat ini sudah betul. Sementara dalam pengkategorian pun Kota Bogor sudah menggunakan istilah terbaru.

Sedangkan berdasarkan data terkini, Minggu (8/11/2020) Satgas COVID-19 melaporkan ada penambahan 48 kasus pasien positif baru, 7 pasien sembuh, dan nol pasien positif meninggal. Dengan penambahan kasus baru itu, total kasus positif di Kota Bogor berjumlah 2.364 kasus. Rinciannya, 453 pasien positif, 1.832 pasien telah dinyatakan sembuh, dan sebanyak 79 orang telah dinyatakan meninggal dunia.
(wib)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!