Perahu Terbalik Dihantam Ombak Besar, 3 Nelayan Tulungagung Selamat
Sabtu, 07 November 2020 - 22:25 WIB
Perahu tiga orang nelayan yang tengah berburu udang lobster di kawasan pantai Pacar Kecamatan Pucanglaban Kabupaten Tulungagung, dihantam ombak besar. Ilustrasi/SINDOnews
TULUNGAGUNG - Tiga orang nelayan yang tengah berburu udang lobster di kawasan pantai Pacar Kecamatan Pucanglaban Kabupaten Tulungagung, dihantam ombak besar . Perahu yang mereka gunakan menjaring lobster, sontak terbalik. "Ketiganya tercebur ke laut," ujar Kasi Humas Polsek Pucanglaban Aiptu Tri Susilo kepada wartawan, Sabtu (7/11/2020).
Ketiga nelayan itu adalah Suliyan (45), Hadi Widodo (29) dan Sutaji (55). Ketiganya warga Desa Kalibatur, Kecamatan Kalidawir. Ceritanya, ketiganya berburu lobster dengan menggunakan perahu bermesin berukuran besar.
Di perairan yang dianggap lebih tenang, sauh dilempar. Ketiga nelayan lalu berpindah ke sekoci yang sebelumnya terikat pada buritan perahu besar. Yakni sebuah perahu kecil yang digerakkan tenaga dayung. "Selanjutnya sambil menggerakkan dayung mereka menebar jaring," terang Tri Susilo. (Baca: Masuk Zona Bahaya, Warga Cangkringan Mulai Mengungsi ke Barak).
Awalnya ombak menerjang biasa. Namun tiba tiba datang gelombang besar. Ketiganya tetap bergerak membentangkan jaring. Saat datang gelombang susulan lebih besar, perahu tidak mampu lagi mempertahankan posisinya. "Perahu terbalik," kata Tri Susilo.
Ketiga nelayan itu adalah Suliyan (45), Hadi Widodo (29) dan Sutaji (55). Ketiganya warga Desa Kalibatur, Kecamatan Kalidawir. Ceritanya, ketiganya berburu lobster dengan menggunakan perahu bermesin berukuran besar.
Di perairan yang dianggap lebih tenang, sauh dilempar. Ketiga nelayan lalu berpindah ke sekoci yang sebelumnya terikat pada buritan perahu besar. Yakni sebuah perahu kecil yang digerakkan tenaga dayung. "Selanjutnya sambil menggerakkan dayung mereka menebar jaring," terang Tri Susilo. (Baca: Masuk Zona Bahaya, Warga Cangkringan Mulai Mengungsi ke Barak).
Awalnya ombak menerjang biasa. Namun tiba tiba datang gelombang besar. Ketiganya tetap bergerak membentangkan jaring. Saat datang gelombang susulan lebih besar, perahu tidak mampu lagi mempertahankan posisinya. "Perahu terbalik," kata Tri Susilo.
Lihat Juga :