Kisah Pengungsi Merapi, Sejak 1994 Sudah Empat Kali Merasakan Tinggal di Barak

Sabtu, 07 November 2020 - 20:14 WIB
“Tidak ada beda dengan kemarin, perasaan kalau mengungsi itu sama saja karena sudah biasa," katanya saat ditemui SINDOnews di barak pengungsian Glagaharjo, Cangkringan, Sabtu (7/11/2020) sore.

(Baca juga : Menyepelekan Urusan Kencing, Azab Kubur Menanti )

Ratinem mengaku mengungsi dengan kesadaran sendiri, tidak ada paksaan. Apalagi sudah mengetahui apa yang harus dilakukan saat terjadi bencana erupsi Gunung Merapi. Sehingga saat ada instruksi mengungsi bisa memahaminya. "Sebelumnya kami sudah melakukan musyawarah dengan Pak Dukuh dan disepakati mengungsi mandiri," paparnya.

(Baca juga : Kawasaki Umumkan Akan Lebih Fokus Produksi Kereta Api Mulai 2021 )

Ratinem tinggal di Kalitengah Lor hanya berdua dengan suaminya. Sedangkan akan-anaknya pergi merantau. Saat mengungsi pun hanya membawa pakaian untuk ganti. Selama mengungsi rumahnya kosong. “Harapan saya semoga ini cepat berlalu dan bisa kembali ke rumahnya,” ungkapnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!