Lebih Dekat dengan Suku Asli Australia Lewat NAIDOC Week 2020

Jum'at, 06 November 2020 - 20:12 WIB
Dia menyampaikan, webinar bakal membahas sejarah Makassar-Yolŋu sejak tahun 1700-an melalui kuliah umum oleh Peneliti Utama Laureate Global Encounters, Monash Indigenous Studies Center, Professor Lynette Russell AM.

Selain itu akan ada presentasi oleh Dr Lily Yulianti Farid dan Fikri Yathir dari Laureate Global Encounters tentang jejak kehadiran orang Aborigin di Makassar, serta Andi Buyung Saputra dari Aliansi Masyarakat Adat Sulawesi Selatan yang memperkenalkan kehidupan masyarakat adat Kajang.

Kemudian acara tersebut juga akan di isi pameran virtual. Menampilkan karya seni seniman Makassar dan Yolŋu melalui tur virtual Rumata’ Artspace di Makassar dipandu Febri Hasanah dan Buku-Larrŋgay Mulka Art Centre di Yirrkala dipandu oleh Siena Stubbs.

Pameran virtual tersebut bercerita tentang pengaruh sejarah perdagangan dan kerja sama maritim terhadap karya-karya seniman Makassar dan Yolŋu. Setelah tur virtual, akan ada percakapan antar para seniman.

“Perayaan NAIDOC tahun ini sangat istimewa karena kami mengerahkan kreativitas kami semaksimal mungkin untuk menghubungkan Makassar dan masyarakat Yolŋu dengan publik di Indonesia dan Australia secara virtual,” kata Direktur Rumata’ Artspace, Dr Lily Yulianti Farid.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!