Cerita Buto Cakil Mati Disemprot Disinfektan di Panggung Kahanan
Jum'at, 08 Mei 2020 - 20:15 WIB
Bambangan Cakil tersebut ditampilkan oleh kelompok Wayang Orang Ngesti Pandowo di Panggung Kahanan edisi ke tiga di Puri Gedeh, Jumat (8/5/2020). Pertempuran tersebut jadi perlambang perlawanan dengan Corona. Sumardagyo, yang berperan Gareng mengatakan pertarungan melawan Corona tidak bisa dilakukan dengan senjata.
"Corona hanya bisa kita lawan pakai masker, dengan cairan hand sanitizer atau cuci tangan dan jaga jarak. Maka Cakil yang kita ibaratkan sebagai virus itu tidak mati dengan keris, tapi pakai semprotan hand sanitizer atau disinfektan," katanya.
Tak ayal aksi ketiga aktor yang diiringi tetabuhan gendang tersebut membuat penonton di Puri Gedeh terpingkal-pingkal, tidak terkecuali Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. Memanfaatkan panggung sederhana yang juga disiarkan Livestreaming di channel YouTube dan akun Facebook Ganjar Pranowo itu, kelompok Ngesti Pandowo mampu memadukan kisah pewayangan dengan isu aktual.
"Seniman selalu memiliki cara kreatif untuk menyikapi keadaan atau kahanan. Panggung Kahanan ini memang dibuat untuk itu, agar para seniman tidak mati karya meski ada Corona," katanya.
Panggung Kahanan edisi ke tiga ini juga menampilkan pertunjukan monolog Masmirah dari kelompok teater Matajiwa. Ada pula Bohemian Band yang mendaur lagu-lagunya Iwan Fals dan musik country. Panggung Kahanan sendiri digelar seminggu tiga kali, Senin, Rabu dan Jumat selama bukan Ramadan dari Rumah Dinas Gubernur Jawa Tengah Puri Gedeh dan disiarkan Livestreaming di channel YouTube dan akun Facebook Ganjar Pranowo.
"Corona hanya bisa kita lawan pakai masker, dengan cairan hand sanitizer atau cuci tangan dan jaga jarak. Maka Cakil yang kita ibaratkan sebagai virus itu tidak mati dengan keris, tapi pakai semprotan hand sanitizer atau disinfektan," katanya.
Tak ayal aksi ketiga aktor yang diiringi tetabuhan gendang tersebut membuat penonton di Puri Gedeh terpingkal-pingkal, tidak terkecuali Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. Memanfaatkan panggung sederhana yang juga disiarkan Livestreaming di channel YouTube dan akun Facebook Ganjar Pranowo itu, kelompok Ngesti Pandowo mampu memadukan kisah pewayangan dengan isu aktual.
"Seniman selalu memiliki cara kreatif untuk menyikapi keadaan atau kahanan. Panggung Kahanan ini memang dibuat untuk itu, agar para seniman tidak mati karya meski ada Corona," katanya.
Panggung Kahanan edisi ke tiga ini juga menampilkan pertunjukan monolog Masmirah dari kelompok teater Matajiwa. Ada pula Bohemian Band yang mendaur lagu-lagunya Iwan Fals dan musik country. Panggung Kahanan sendiri digelar seminggu tiga kali, Senin, Rabu dan Jumat selama bukan Ramadan dari Rumah Dinas Gubernur Jawa Tengah Puri Gedeh dan disiarkan Livestreaming di channel YouTube dan akun Facebook Ganjar Pranowo.
(nun)
Lihat Juga :