Dugaan Penyalahgunaan Dana COVID-19 Tana Toraja Dilapor ke KPK
Jum'at, 30 Oktober 2020 - 13:54 WIB
Ketua Forum Mahasiswa Toraja (Format) Heriady saat berada di gedung KPK melaporkan dugaan korupsi Dana COVID-19 di Tana Toraja. Foto: Istimewa
TANA TORAJA - Dugaan penyalahgunaan dana bantuan COVID-19 di Kabupaten Tana Toraja, dilaporkan ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Hal ini dilakukan oleh Badan pengurus Forum Mahasiswa Toraja (Format) yang secara resmi melaporkan dugaan peyalahgunaan anggaran tersebut ke lembaga anti rasuah ini.
Baca Juga: Penerapan Prokes di Wisata Toraja Utara Diperketat Selama Libur Panjang
"Kami sudah resmi melaporkan dugaan penyalagunaan anggaran Covid-19 kabupaten Tana Toraja ke KPK di Jakarta pada tanggal 27 Oktober 2020," ujar Ketua Format Heriady di Makale, Jumat(30/10/2020).
Heriady menjelaskan, data temuan dugaan penyalagunaan dana Covid-19 di Kabupaten Tana Toraja, yang dilaporkan Format bersumber dari investigasi langsung di lapangan dan beberapa laporan masyarakat serta pemberintaan media. Dari temuan itu disimpulkan kata dia, bahwa besarnya anggaran yang dialokasikan oleh pemerintah kabupaten Tana Toraja untuk penanganan pandemi virus Corona tidak berbanding lurus dengan implementasi di lapangan.
Hal ini dilakukan oleh Badan pengurus Forum Mahasiswa Toraja (Format) yang secara resmi melaporkan dugaan peyalahgunaan anggaran tersebut ke lembaga anti rasuah ini.
Baca Juga: Penerapan Prokes di Wisata Toraja Utara Diperketat Selama Libur Panjang
"Kami sudah resmi melaporkan dugaan penyalagunaan anggaran Covid-19 kabupaten Tana Toraja ke KPK di Jakarta pada tanggal 27 Oktober 2020," ujar Ketua Format Heriady di Makale, Jumat(30/10/2020).
Heriady menjelaskan, data temuan dugaan penyalagunaan dana Covid-19 di Kabupaten Tana Toraja, yang dilaporkan Format bersumber dari investigasi langsung di lapangan dan beberapa laporan masyarakat serta pemberintaan media. Dari temuan itu disimpulkan kata dia, bahwa besarnya anggaran yang dialokasikan oleh pemerintah kabupaten Tana Toraja untuk penanganan pandemi virus Corona tidak berbanding lurus dengan implementasi di lapangan.
Lihat Juga :