Kelompok Wanita Tani di Pangandaran Berhasil Produksi Pupuk Organik Berbahan Sampah

Jum'at, 30 Oktober 2020 - 13:45 WIB
Untuk harga penjualan ke anggota Kelompok pupuk organik dengan berat 20 kilogram seharga Rp20.000 sedangkan keluar anggota Kelompok Rp25.000 per 20 kilogram. "Prosesnya sangat sederhana namun perlu telaten agar hasilnya maksimal," sambung Iah Muslihah.

Iah Muslihah menerangkan, bahan dasar pupuk organik tersebut di antaranya, campuran sabut kelapa, kotoran hewan, daun, sampah sayuran, gula pasir dan M4. Campuran berbagai jenis bahan baku yang sudah diratakan disimpan dalam plastik diperlakukan permentasi selama 1 minggu.

Jika kondisi cuaca cerah dalam kurun waktu 1 minggu sudah jadi pupuk organik dan jika kondisi cuaca sedang musim hujan pupuk organik baru bisa dipanen setelah 2 minggu. "Setelah tahap permentasi selesai selama 1 minggu lalu disaring menggunakan kawat ram untuk dilakukan pengayakan," jelasnya.

Agar rutinitas pembuatan pupuk organik berkesinambungan, para anggota Kelompok dianjurkan untuk menanam tanaman dirumahnya masing-masing seperti kangkung, terong, cabe dan jenis tumbuhan sayuran lainnya. "Kami mengerjakan produksi pupuk organik ini tanpa modal sepeserpun, karena banyak peminat yang ingin membeli sekarang kami sudah punya uang kas kelompok," pungkasnya.
(alf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!