Cerita Hantu Budeg di Perlintasan Kereta Klingkit-Rawa Buaya Jakarta Barat

Kamis, 29 Oktober 2020 - 20:39 WIB
Yadi pernah menyelamatkan pemobil yang selamat pada tahun 2012 silam. Kala itu, pengendara mobil bak tak mendengar suara apapun di perlintasan, sekalipun dua kaca mobil dibuka lebar.

Pengendara itu baru menyadari ada kereta, setelah melihat sorot lampu kereta. Dari situlah ia baru sadar kereta sudah dekat. Karena tak bisa melanjutkan perjalanan, pengendara memilih lompat dari mobil. “Untungnya selamat. Tapi mobilnya ringsek dan jatuh ke kali,” kata Yadi. (Baca: Konon Ini 4 Tempat Angker di Jakarta Timur)

Di Rawa Buaya, sekitar tiga kilometer dari Kampung Klingkit, hal serupa terjadi. Banyak kecelakaan yang terjadi karena ulah hantu budeg. “Padahal di sana juga banyak orang dan melintas di sana,” kata Wildan, salah satu warga. Wildan menyebut banyak kejadian di sana tak lepas dari hantu budeg. Mereka kerap tak mendengar suara kereta.

Vice President Public Relation PT KAI, Joni Martinus, mengatakan, banyak jalur rel kereta api yang tidak steril. Artinya lalu lintas orang masih terlihat di kawasan itu.

Karena itu, untuk mencegah korban jiwa beberapa lokasi itu dikasih semboyan 44, yang artinya masinis yang melintas wajib membunyikan klakson.
(thm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!