Lawan Covid-19, Milenial Sumut Diajak Bantu Pemerintah dan Masyarakat
Jum'at, 08 Mei 2020 - 13:05 WIB
Bukan hanya masalah pangan, Musa Rajekshah yang akrab disapa Bang Ijeck ini juga meminta kaum milenial untuk membantu menyosialisasikan protokol kesehatan kepada masyarakat sekelilingnya. Menurutnya, ini perlu dilakukan karena masih banyak masyarakat yang belum paham mengenai wabah ini.
“Teman-teman sekalian juga bisa bantu pemerintah untuk memberikan informasi terkait Covid-19 kepada orang-orang di sekeliling kalian, agar masyarakat kita semakin sadar akan protokol kesehatan. Disiplin menerapkan protokol kesehatan kunci memutus mata rantai penyebaran Covid-19,” terang Ijeck kepada lebih dari 70 peserta teleconference.
Wagub juga menjawab langsung pertanyaan dari peserta teleconference, salah satunya Gabriel (mahasiswa dari Bandung) terkait masalah Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Wagub Sumut menjelaskan butuh pertimbangan besar dalam penerapan PSBB karena akan berimbas besar kepada masyarakat Sumut. Selain itu juga ada ketentuan-ketentuan yang harus dipenuhi daerah dan butuh dana yang besar.
“Banyak yang menjadi pertimbangan. Kita harus menyiapkan kebutuhan pangan masyarakat kita, kebutuhan petugas-petugas di daerah. Apakah kita mampu untuk itu, apakah masyarakat kita akan patuh? Dan kita juga punya 33 kabupaten kota yang otonom, memiliki DPRD sendiri. Kita tentu tidak ingin bila memang diterapkan PSBB di Sumut hanya istilah saja, tetapi tidak diterapkan dengan baik dan benar baik itu masyarakat atau juga pemerintahnya,” kata Musa Rajekshah.
Founder komunitas Milenial Tanpa Nama, Herman yang banyak bergerak di bidang sosial juga ikut pada diskusi ini. Komunitas ini telah memberikan bantuan sembako lebih dari 100.000 paket untuk masyarakat yang membutuhkan di seluruh Indonesia. Mereka bertujuan menginspirasi kaum milenial lain agar mau membantu sekelilingnya.
“Teman-teman sekalian juga bisa bantu pemerintah untuk memberikan informasi terkait Covid-19 kepada orang-orang di sekeliling kalian, agar masyarakat kita semakin sadar akan protokol kesehatan. Disiplin menerapkan protokol kesehatan kunci memutus mata rantai penyebaran Covid-19,” terang Ijeck kepada lebih dari 70 peserta teleconference.
Wagub juga menjawab langsung pertanyaan dari peserta teleconference, salah satunya Gabriel (mahasiswa dari Bandung) terkait masalah Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Wagub Sumut menjelaskan butuh pertimbangan besar dalam penerapan PSBB karena akan berimbas besar kepada masyarakat Sumut. Selain itu juga ada ketentuan-ketentuan yang harus dipenuhi daerah dan butuh dana yang besar.
“Banyak yang menjadi pertimbangan. Kita harus menyiapkan kebutuhan pangan masyarakat kita, kebutuhan petugas-petugas di daerah. Apakah kita mampu untuk itu, apakah masyarakat kita akan patuh? Dan kita juga punya 33 kabupaten kota yang otonom, memiliki DPRD sendiri. Kita tentu tidak ingin bila memang diterapkan PSBB di Sumut hanya istilah saja, tetapi tidak diterapkan dengan baik dan benar baik itu masyarakat atau juga pemerintahnya,” kata Musa Rajekshah.
Founder komunitas Milenial Tanpa Nama, Herman yang banyak bergerak di bidang sosial juga ikut pada diskusi ini. Komunitas ini telah memberikan bantuan sembako lebih dari 100.000 paket untuk masyarakat yang membutuhkan di seluruh Indonesia. Mereka bertujuan menginspirasi kaum milenial lain agar mau membantu sekelilingnya.
Lihat Juga :