Antisipasi Resesi, Pemkot Bogor Fokuskan Anggaran untuk Lima Program

Selasa, 27 Oktober 2020 - 20:47 WIB
"Fokusnya akan kesitu, bagaimana meningkatkan ekonomi dengan multiplayer effect atau daya ungkit yang diintervensi memberikan dampak besar ke masyarakat," jelas Rudy.

Dalam anggaran perubahan tahun ini sebenarnya sudah mulai dilakukan pemulihan ekonomi, yakni melalui dana insentif daerah khusus dari Kementerian Dalam Negeri sebesar Rp11 miliar dan dana tambahan berupa bantuan Rp73 miliar dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif yang khusus ditujukan untuk pemulihan ekonomi di sektor jasa hotel dan restoran. (Baca juga: Ditembaki Stimulus, Ekonomi RI Baru Bisa Meroket Tahun Depan)

"PDRB Kota Bogor yang besar dari pajak hotel dan restoran. Pemerintah pusat melalui Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif memberikan dana hibah yang juklak juknisnya jelas untuk hotel dan restoran. Saat ini masih disusun Disparbud Kota Bogor," imbuhnya.

Meski begitu, lanjut Rudy, masih ada angin segar untuk Kota Bogor dan Indonesia memulihkan ekonomi. Hal ini berdasarkan pemaparan World Bank ada beberapa hal sudah menunjukkan arah perbaikan dari sisi ekonomi, kesehatan, pendidikan, ketahanan pangan, dan lainnya.

"Jika masyarakat kembali mendapatkan pekerjaan, memulai kembali usahanya, kembali masuk kerja setelah di rumahkan dan masyarakat sudah beraktivitas, itu yang disebut ada perbaikan dari sisi ekonomi dan dari sisi peluang," pungkas Rudy.
(thm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!