Selama Pandemi COVID-19, Limbah Medis di Cimahi Alami Kenaikan
Rabu, 21 Oktober 2020 - 15:16 WIB
Untuk mengelola limbah medis tersebut, pihaknya menyiapkan anggaran di tahun 2020 sebesar Rp100 juta. Itu termasuk untuk penanganan limbah rumah sakit dan fasilitas kesehatan lainnya termasuk perusahaan yang melakukan rapid dan swab test. "Hingga sekarang anggaran itu baru terserap 50%. Sebab awalnya kami memprediksi akan naik, tapi ternyata limbahnya ringan," ucapnya.
Kepala Seksi Kesehatan Lingkungan, Kesehatan Kerja dan Olah Raga pada Dinas Kesehatan Kota Cimahi , Sustiyanti Pusporini menambahkan, untuk limbah medis infeksius rumah sakit dan fasilitas kesehatan dikelola masing-masing.
(Baca juga: Selalu Ganggu Keamanan, Bukti KKSB Tak Dukung Kesejahteraan Papua )
Namun untuk limbahnya tetap dikelolah pihak ketiga, termasuk perusahaan-perusahaan yang melakukan swad dan rapid test ke pekerjanya. "Meski diserahkan ke pihak ketiga tetap kami pantau, karena kan ada juga laporan melalui sistem ke provinsi maupun pemerintah pusat," imbuhnya.
Kepala Seksi Kesehatan Lingkungan, Kesehatan Kerja dan Olah Raga pada Dinas Kesehatan Kota Cimahi , Sustiyanti Pusporini menambahkan, untuk limbah medis infeksius rumah sakit dan fasilitas kesehatan dikelola masing-masing.
(Baca juga: Selalu Ganggu Keamanan, Bukti KKSB Tak Dukung Kesejahteraan Papua )
Namun untuk limbahnya tetap dikelolah pihak ketiga, termasuk perusahaan-perusahaan yang melakukan swad dan rapid test ke pekerjanya. "Meski diserahkan ke pihak ketiga tetap kami pantau, karena kan ada juga laporan melalui sistem ke provinsi maupun pemerintah pusat," imbuhnya.
(eyt)
Lihat Juga :