Perang Pasola, Uji Nyali Lelaki Pemberani

Sabtu, 17 Oktober 2020 - 05:10 WIB
Riwat Perang Pasola

Perang antarsuku tidak saja disebabkan persoalan perebutan lahan atau perebutan perbatasan wilayah kekuasaan. Kerap konflik timbul karena persoalan asmara. Pasola, ceritanya dipicu asmara. Konon, ada seorang janda cantik di Kampung Waiwuang. Namanya Rabu Kaba, janda mendiang Umbu Dulla. Setelah ditinggal Umbu Dulla, si cantik disunting Umbu Amahu, salah satu tetua kampung Waiwuang.

Bayang-bayang petaka mulai membuntut keluarga ini, ketika sang suami Umbu Amahu pergi mengembara. Tak ada kabar berita dan tak kunjung kembali, membuat cinta Rabu Kaba berpindah ke lain hati.(Baci: Jaga Tradisi di Bulan Safar, Warga Gelar Festival Apem )

Syahdan, Rabu kepincut asmara dengan Teda Gaiparona, lelaki kampung tetangga. Karena jalinan cinta keduanya tak direstui keluarga, keduanya nekat kawin lari alias meninggalkan kampung. Suatu waktu, Umbu Amahu kembali dari pengembaraannya. Namun dia menemukan fakta, si pujaan hati sudah dibawa lari laki-laki lain.

Umbu Amahu ingin mengambilnya kembali, namun Rabu Kaba lebih terpikat pada Teda Gaiparona. Rabu Kaba kemudian meminta pertanggungjawaban Teda Gaiparona untuk mengganti belis yang telah diterima keluarganya dari Umbu Dulla. Belis yang sudah diterima berupa kuda, sapi, kerbau, dan barang-barang berharga lainnya sanggup dikembalikan Teda Gaiparona.

Setelah seluruh belis dilunasi, upacara perkawinan pasangan Rabu Kaba dengan Teda Gaiparona, diselenggarakan. Peristiwa ini membuat Umbu Dulla sedih. Demi melipur lara, ia pun memerintahkan warga Waiwuang agar mengadakan pesta nyale dalam wujud Pasola. (Baca: Kampung Adat Umbu Koba Sumba Barat Daya Terbakar, 1 Orang Meninggal )
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!