18 Tahun Tragedi Bom Bali dan Doa yang Tak Pernah Putus

Senin, 12 Oktober 2020 - 17:30 WIB
Usai meletakkan karangan bunga, mereka kemudian berdoa. Ada juga yang melanjutkan dengan tabur bunga di kolam yang ada di pelataran monumen. Suasana haru begitu terasa hingga tak sedikit yang meneteskan air mata.

Desvita, yang kehilangan temannya saat terjadi ledakan di Sari Club mengatakan selalu menyempatkan datang untuk meletakkan karangan bunga dan berdoa. "Damai dan bahagialah di sana," ujarnya di tengah doa.

Pada tahun ini, keluarga besar korban tidak menggelar peringatan karena masih dalam situasi pandemi COVID-19. "Kita tidak inginkan terjadi klaster baru. Silahkan masing-masing datang untuk berdoa," kata Theolina F Marpaung, pengurus Yayasan Isana Dewata.
(shf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!