Beberkan Hasil Pembangunan Bintuni, Manibuy-Rafideso Ajak Masyarakat Tepis Hoaks
Rabu, 07 Oktober 2020 - 21:49 WIB
Sementara, Sahaji Rafideso, mantan anggota DPRD Papua Barat Jalur Otonomi Khusus (Otsus) pada saat orasinya mengajak masyarakat untuk memilih kandidat yang sudah pasti saja.
“Pembangunan yang dilakukan PMK2 ini sudah dirasakan nyata, jadi kalian mau menyangkal apa? Pilih saja yang sudah pasti. Tanggal 9 Desember nanti, pilih pasangan nomor dua. PMK2!” kata dia dalam orasi.
Piet Kasihiw pada saat orasinya di Distrik Tuhiba, Rabu (6/10/2020), mengajak masyarakat agar tidak terpengaruh hoaks yang ditebar kepada masyarakat oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab.
“jangan dengar mereka bilang kejayaan. Kejayaan apa? Nanti saat debat kandidat baru tong kupas. Jangan masyarakat dibisiki oleh isu-isu yang tidak benar,” kata Piet membuka orasinya.
Menurut Piet,pemerintahan Piet-Matret dimulai dengan warisan permasalahan dari pemerintahan yang sebelumnya. Baik itu masalah, CPNS, juga masalah hak masyarakat adat dan kemiskinan.
“Dorang mau bilang kejayaan, kejayaan apa? Tahun 2015, 10 tahun akhir periode itu kemiskinan tertinggi ada di Teluk Bintuni 36,6%. Tapi sejak saya dan Bapa Matret jadi Bupati dan Wakil Bupati, angka itu sudah turun, jadi 30,3%,” kata Piet.
“Pembangunan yang dilakukan PMK2 ini sudah dirasakan nyata, jadi kalian mau menyangkal apa? Pilih saja yang sudah pasti. Tanggal 9 Desember nanti, pilih pasangan nomor dua. PMK2!” kata dia dalam orasi.
Piet Kasihiw pada saat orasinya di Distrik Tuhiba, Rabu (6/10/2020), mengajak masyarakat agar tidak terpengaruh hoaks yang ditebar kepada masyarakat oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab.
“jangan dengar mereka bilang kejayaan. Kejayaan apa? Nanti saat debat kandidat baru tong kupas. Jangan masyarakat dibisiki oleh isu-isu yang tidak benar,” kata Piet membuka orasinya.
Menurut Piet,pemerintahan Piet-Matret dimulai dengan warisan permasalahan dari pemerintahan yang sebelumnya. Baik itu masalah, CPNS, juga masalah hak masyarakat adat dan kemiskinan.
“Dorang mau bilang kejayaan, kejayaan apa? Tahun 2015, 10 tahun akhir periode itu kemiskinan tertinggi ada di Teluk Bintuni 36,6%. Tapi sejak saya dan Bapa Matret jadi Bupati dan Wakil Bupati, angka itu sudah turun, jadi 30,3%,” kata Piet.
Lihat Juga :