Tinjau Depo MRT, Wagub DKI Ingin Percepatan Pembangunan Fase II
Jum'at, 02 Oktober 2020 - 19:48 WIB
Untuk mempercepat pembangunan ini, Ariza mengungkapkan akan menjalin kerja sama dengan negara lain yang memiliki kemampuan dan pengalaman yang sama membangun moda transportasi berbasis rel seperti MRT Jakarta.
"Untuk itu kita membutuhkan dukungan bantuan dari Pemerintah Jepang. Karena menurut jadwal sementara akan selesai pada 2026. Tapi berpotensi mundur ke 2027. Buat kita ini sangat lama, kita akan melakukan terobosan-terobosan untuk melaksanakan ini. Kita tahu di banyak negara, MRT atau subway sebagai tulang punggung transportasi di perkotaan, kita akan melakukan percepatan," jelas Ariza di lokasi, Jumat (2/10/2020).
Selain mempercepat pembangunan MRT Jakarta Fase 2A, Wagub Ariza juga mengapresiasi Protokol Bangkit yang diterapkan oleh Manajemen PT MRT Jakarta sejak Juni 2020.
Protokol Bangkit ini, sambungnya, mengatur teknis penggunaan MRT Jakarta oleh masyarakat dengan memperhatikan standar kesehatan yang ketat selama masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), yaitu Bersih, Aman, Nyaman, Go Green, Kolaborasi Inovasi Tata Kelola (Bangkit).
"Tadi juga kita mengecek semua pelaksanaan dari operasional MRT. Alhamdulillah kita sudah memiliki standar dunia, mulai dari ketepatan waktu, pelayanan, dan berbagai fasilitas dukungan ini jadi kebanggaan kita. Tidak hanya jadi kebanggaan Jakarta tapi juga kebanggaan bangsa kita. Kita bisa sejajar dengan bangsa lain memastikan kita memiliki transportasi publik yang layak dan membanggakan," tutur Ariza.
"Untuk itu kita membutuhkan dukungan bantuan dari Pemerintah Jepang. Karena menurut jadwal sementara akan selesai pada 2026. Tapi berpotensi mundur ke 2027. Buat kita ini sangat lama, kita akan melakukan terobosan-terobosan untuk melaksanakan ini. Kita tahu di banyak negara, MRT atau subway sebagai tulang punggung transportasi di perkotaan, kita akan melakukan percepatan," jelas Ariza di lokasi, Jumat (2/10/2020).
Selain mempercepat pembangunan MRT Jakarta Fase 2A, Wagub Ariza juga mengapresiasi Protokol Bangkit yang diterapkan oleh Manajemen PT MRT Jakarta sejak Juni 2020.
Protokol Bangkit ini, sambungnya, mengatur teknis penggunaan MRT Jakarta oleh masyarakat dengan memperhatikan standar kesehatan yang ketat selama masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), yaitu Bersih, Aman, Nyaman, Go Green, Kolaborasi Inovasi Tata Kelola (Bangkit).
"Tadi juga kita mengecek semua pelaksanaan dari operasional MRT. Alhamdulillah kita sudah memiliki standar dunia, mulai dari ketepatan waktu, pelayanan, dan berbagai fasilitas dukungan ini jadi kebanggaan kita. Tidak hanya jadi kebanggaan Jakarta tapi juga kebanggaan bangsa kita. Kita bisa sejajar dengan bangsa lain memastikan kita memiliki transportasi publik yang layak dan membanggakan," tutur Ariza.
Lihat Juga :