Kasus COVID-19 Kluster Industri Meledak, Begini Tanggapan Bupati Bekasi

Jum'at, 02 Oktober 2020 - 14:53 WIB
Pemerintah Kabupaten Bekasi mengungkapkan, penyumbang terbanyak kasus COVID-19 di wilayahnya masih didominasi dari kluster industri. Ilustrasi/SINDOnews
BEKASI - Pemerintah Kabupaten Bekasi mengungkapkan, penyumbang terbanyak kasus COVID-19 di wilayahnya masih didominasi dari kluster industri . Penyebabnya, perusahaan yang berada di wilayahnya kurang kooperatif melaporkan kondisi kesehatan ratusan ribu karyawannya.

”Karena perusahaan kurang kooperatif dalam melaporkan kondisi karyawannya. Alasanya, perusahaan mereka takut ditutup oleh pemerintah,” kata Bupati Bekasi, Eka Supria Atmaja kepada SINDOnews, Jum’at (3/10). Hingga harini, total kasus COVID-19 di wilayah Kabupaten Bekasi mencapai 2.811 kasus. (Baca juga; Bekasi Jadi Fokus Penanganan Covid-19, Klaster Industri Sangat Serius )



Menurut dia, dari jumlah itu hampir separuh dari total kasus itu disumbangkan dari klaster industri. Berdasarkan penelusuran pemerintah, saat terjadi satu dua kasus perusahaan awalnya enggan melaporkan ke Gugus Tugas COVID-19 Kabupaten, baru dilaporkan ketika jumlah karyawan yang sakit meningkat.

”Sepanjang industri itu kooperatif terhadap gugus tugas tidak akan terjadi penambahan sampai tinggi. Maka kita himbau ke industri, bahwa industri tidak akan ditutup lama kalau cepat lapor,” ucapnya. Jika laporan dilakukan segera, maka langkah-langkah cepat langsung dilakukan agar tidak semakin meluas. (Baca juga; Jokowi Instruksikan Cek Protokol Kesehatan di Klaster Industri )
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!