Triwulan Pertama 2020, Ekonomi Jabar Anjlok Cukup Dalam
Selasa, 05 Mei 2020 - 16:02 WIB
Menurut dia, pertumbuhan didukung hampir semua lapangan usaha. Kecuali sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan yang mengalami penurunan sebesar 10,92 persen yang disebabkan oleh faktor cuaca.
Sementara dari sisi pengeluaran, pertumbuhan ekonomi terhadap triwulan I-2019 (yoy) hanya mencatatkan pertumbuhan positif pada komponen pengeluaran konsumsi pemerintah sebesar 4,33 persen. Diikuti pengeluaran konsumsi rumah tangga yang hanya sebesar 3,04 persen dan komponen pembentukan modal tetap bruto sebesar 0,71 persen.
"Perdagangan internasional terdampak pandemi COVID- 19 serta terjadi penurunan permintaan dari negara tujuan utama ekspor Jawa Barat. Sehingga terjadi kontraksi pada komponen ekspor barang dan jasa sebesar 2,50 persen," beber dia.
(Baca: Dua Bulan Pandemi Corona, Inflasi Jabar Tetap Terjaga)
Selain itu kontraksi terjadi pada pengeluaran konsumsi lembaga non profit yang melayani Rumah Tangga sebesar 1,70 persen, Perubahan Inventori sebesar 1,02 persen. Sementara Komponen Impor Barang dan Jasa yang berlaku sebagai pengurang pertumbuhan ekonomi terkontraksi signifikan sebesar 4,89 persen.
Sementara dari sisi pengeluaran, pertumbuhan ekonomi terhadap triwulan I-2019 (yoy) hanya mencatatkan pertumbuhan positif pada komponen pengeluaran konsumsi pemerintah sebesar 4,33 persen. Diikuti pengeluaran konsumsi rumah tangga yang hanya sebesar 3,04 persen dan komponen pembentukan modal tetap bruto sebesar 0,71 persen.
"Perdagangan internasional terdampak pandemi COVID- 19 serta terjadi penurunan permintaan dari negara tujuan utama ekspor Jawa Barat. Sehingga terjadi kontraksi pada komponen ekspor barang dan jasa sebesar 2,50 persen," beber dia.
(Baca: Dua Bulan Pandemi Corona, Inflasi Jabar Tetap Terjaga)
Selain itu kontraksi terjadi pada pengeluaran konsumsi lembaga non profit yang melayani Rumah Tangga sebesar 1,70 persen, Perubahan Inventori sebesar 1,02 persen. Sementara Komponen Impor Barang dan Jasa yang berlaku sebagai pengurang pertumbuhan ekonomi terkontraksi signifikan sebesar 4,89 persen.
Lihat Juga :