Miris, Demi Mendapat Sinyal Internet, Siswa Belajar Online Berjalan Kaki Naik Bukit Sejauh 3 Km dalam Kondisi Gelap

Senin, 28 September 2020 - 09:48 WIB
Kepala Desa Wailamun Markus Muksim kepada media mengatakan, sebelum tidak ada kasus COVID-19 di Sikka, aktivitas sekolah di wilayahnya menggelar KBM secara tatap muka. Namun dalam perjalanannya, Sikka kembali zonah merah, maka KBM dihentikan.

Markus menambahkan di Desa Wailamun ini, yang ada jaringan sinyal hanya di bukit Loronawaan yang merupakan batas Desa Wailamun dengan Desa Nebe. Pelajar yang ingin belajar di atas bukit Loronawaan itu, harus menyusuri jalan setapak dengan berjaan kaki.

"Di bukit Loronawaan satu-satunya tempat yang bisa menangkap sinyal telepon seluler. Jadi, kalau siang hari dan malam hari bukit itu pasti ramai. Banyak pelajar di atas bukit itu untuk belajar online. Bukit Loronawaan ini jauh dari pemukiman warga, jaraknya sekitar tiga kilometer," papar Markus.

Markus mengungkapkan, kalau malam hari kadang-kadang ada orang tua yang mendampingi anaknya untuk menuju ke lokasi bukit Loronawaan, sehingga anak mereka bisa mengerjakan tugas yang diberikan bapak ibu guru.

"Siang masih baik, kan mereka bisa jalan gerombolan. Tetapi kalau malam hari, pasti ada orang tua antar mengingat lokasi itu gelap. Untuk penerangan bisa menggunakan lampu dari ponsel atau lampu senter. Jadi orang tua jaga memang anaknya. Anak mereka kerjakan tugas habis dan dikirim ke bapak ibu guru, baru mereka pulang bersama anaknya," ungkap Markus.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!