Tak Hadiri Deklarasi Damai, Paslon Eri-Armuji Jadi Sorotan
Minggu, 27 September 2020 - 12:15 WIB
"Harusnya menurut ketentuan itu harus disepakati bareng, komitmen itu harus bersama (semua paslon), ngak mungkin hanya sendirian," ujar pengamat politik Unair Surabaya Suko Widodo, Sabtu (26/9).
Suko menegaskan, kalau mau melakukan demokrasi dengan baik, maka harus ada kesepakatan bersama. "Ngak bisa hanya satu (paslon) yang datang, dan yang lainnnya tidak," tegasnya.
Menurutnya, ketidak hadiran Eri-Armuji dalam deklarasi damai itu akan mendapatkan penilaian tersendiri dari masyarakat. Sebab, keterdisiplinan memenuhi aturan akan menjadi catatan masyarakat. "Pasti akan dinilai oleh masyarakat. Masak melanggar dibiarkan," tandasnya.
Sementara itu, Komisioner Bawaslu Kota Surabaya, Hadi Sumargo mengatakan, undangan deklarasi damai pemilihan wali kota dan wakil wali kota Surabaya 2020 ditujukan kepada paslon nomor urut 1 dan 2 beserta tim penghubung paslon dan partai pengusung.
"Keduanya yang kami undang paslon Eri-Armuji dan MA-Mujiaman dan timnya serta partai pengusung," ujarnya.
Suko menegaskan, kalau mau melakukan demokrasi dengan baik, maka harus ada kesepakatan bersama. "Ngak bisa hanya satu (paslon) yang datang, dan yang lainnnya tidak," tegasnya.
Menurutnya, ketidak hadiran Eri-Armuji dalam deklarasi damai itu akan mendapatkan penilaian tersendiri dari masyarakat. Sebab, keterdisiplinan memenuhi aturan akan menjadi catatan masyarakat. "Pasti akan dinilai oleh masyarakat. Masak melanggar dibiarkan," tandasnya.
Sementara itu, Komisioner Bawaslu Kota Surabaya, Hadi Sumargo mengatakan, undangan deklarasi damai pemilihan wali kota dan wakil wali kota Surabaya 2020 ditujukan kepada paslon nomor urut 1 dan 2 beserta tim penghubung paslon dan partai pengusung.
"Keduanya yang kami undang paslon Eri-Armuji dan MA-Mujiaman dan timnya serta partai pengusung," ujarnya.
Lihat Juga :