Akhir Tragis Alm Sang Ayah, Akmal Tri Jaya Lulus Jadi Bintara TNI AD
Sabtu, 26 September 2020 - 13:30 WIB
Sebagai informasi, tahun ini Animo Calon Bintara PK TNI AD mencapai 1.219 orang serta melalui proses seleksi yang transparan, Korem 143/HO mengirimkan 106 putra-putra terbaik Sultra untuk mengikuti seleksi tingkat pusat di Makassar.
"Dari 68 orang anak-anak Sultra yang akan mengikuti pendidikan di Rindam XIV/Hasanudin tersebut berasal dari wilayah Kolaka (28 orang), Buton (12 orang), Muna (18 orang) dan Kendari (10 orang)," ujar Sumarsono merinci.
" Memang terlihat berat, 68 orang harus berkompetisi dengan dengan 1.151 orang lainnya. Semoga kedepan pimpinan TNI AD dan Kodam XIV/Hasanuddin dapat meningkatkan alokasi bagi pemuda Sultra," tandasnya.
Terpisah saat dihubungi melalui telepon, Nunung Karnengsih (Ibu dari Akmal), sebagaimana keinginan anaknya, dia juga sangat berkeinginan agar pemuda yang lahir di Bandung pada tahun 1998 itu melanjutkan pengabdian ayahnya kepada bangsa dan negara, yaitu sebagai prajurit TNI AD.
“Saya hanya mendukung dan mendoakan Akmal, Alhamdullillah semua karena Allah SWT dan tentunya dorongan dari unsur pimpinan dan rekan - rekan almarhum, dia berhasil mewujudkan cita-cita dan janjinya sebagai prajurit TNI AD,” tutur Nunung yang mendampingi karir suaminya sejak berdinas di Batalyon Arhanudri-3 Kodam III/Slw itu.
“Akmal bisa menggantikan Almarhum Bapaknya, mereka sifatnya mirip, agak keras tapi peduli dengan orang lain. Saya hanya bisa berharap Akmal nanti bisa mengikuti jejak bapaknya, disiplin dan bertanggung jawab serta sayang sama keluarga,” ungkapnya lirih teringat sang suami.
"Dari 68 orang anak-anak Sultra yang akan mengikuti pendidikan di Rindam XIV/Hasanudin tersebut berasal dari wilayah Kolaka (28 orang), Buton (12 orang), Muna (18 orang) dan Kendari (10 orang)," ujar Sumarsono merinci.
" Memang terlihat berat, 68 orang harus berkompetisi dengan dengan 1.151 orang lainnya. Semoga kedepan pimpinan TNI AD dan Kodam XIV/Hasanuddin dapat meningkatkan alokasi bagi pemuda Sultra," tandasnya.
Terpisah saat dihubungi melalui telepon, Nunung Karnengsih (Ibu dari Akmal), sebagaimana keinginan anaknya, dia juga sangat berkeinginan agar pemuda yang lahir di Bandung pada tahun 1998 itu melanjutkan pengabdian ayahnya kepada bangsa dan negara, yaitu sebagai prajurit TNI AD.
“Saya hanya mendukung dan mendoakan Akmal, Alhamdullillah semua karena Allah SWT dan tentunya dorongan dari unsur pimpinan dan rekan - rekan almarhum, dia berhasil mewujudkan cita-cita dan janjinya sebagai prajurit TNI AD,” tutur Nunung yang mendampingi karir suaminya sejak berdinas di Batalyon Arhanudri-3 Kodam III/Slw itu.
“Akmal bisa menggantikan Almarhum Bapaknya, mereka sifatnya mirip, agak keras tapi peduli dengan orang lain. Saya hanya bisa berharap Akmal nanti bisa mengikuti jejak bapaknya, disiplin dan bertanggung jawab serta sayang sama keluarga,” ungkapnya lirih teringat sang suami.
Lihat Juga :