Pemikiran Anak Muda Dibutuhkan untuk Membangun Kota Medan 

Jum'at, 25 September 2020 - 21:01 WIB
Menurutnya, saat ini baik pelaku UMKM juga sekolah mau tidak mau harus menggunakan prinsip anak muda, yakni digitalisasi. Karena pandemi yang membatasi ruang gerak dan tatap muka, pemikiran anak muda tentang digitalisasi ini yang diterapkan.

“Padahal, jika digitalisasi di bidang ekonomi ini diterapkan sejak lama, tentu dampak ekonomi di Kota Medan tidak seperti ini. UMKM tentu bisa bertahan lebih baik,” tuturnya.

Bobby juga berpesan kepada sahabat-sahabat ayahnya, almarhum Erwin Nasution, menperkenalkan dirinya sebagai penggagas #KolaborasiMedanBerkah. Dia juga menjelaskan perjalanan hidupnya, sebagai seorang anak yang memiliki ayah pegawai PTPN, yang harus berpindah-pindah. Sehingga menuntut ilmu dari berbagai daerah, mulai dari Pontianak, Lampung hingga Bandung.

"Lulus sekolah, namanya anak ingin meniru orang tua, saya masuk IPB. Begitu mendaftar pilihannya banyak, dan saya ambil Ekonomi Pertanian S-1. Lulus S-1, saya kembali ke Medan," ucap putra tunggal dari Ade Hanifah Siregar ini.

Namun sambungnya, rezeki tak dapat ditolak, ia yang ingin meneruskan pendidikan ke Inggris, harus mengurungkan niatnya karena sang ayah sakit. Agar lebih dekat ke orangtuanya, Bobby memilih meneruskan pendidikan kembali di IPB.

Di kampus inilah Bobby berjumpa Kahiyang Ayu, satu-satunya putri Presiden Jokowi, yang kini telah dinikahinya dengan memberikan dua orang anak. (BACA JUGA: Jawaban JK Saat ditanya Lebih Enak Jadi Wapres SBY atau Jokowi)
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!