Bogor Diguyur Hujan Es, Ini Penjelasan Ilmiah Dosen IPB University

Jum'at, 25 September 2020 - 19:56 WIB
Seiring dengan pola berakhirnya musim kemarau dan datangnya awal musim hujan, kata Rini, fenomena hujan es mempunyai pola pergeseran dari wilayah barat Indonesia ke arah timur. “Penerima hujan es umumnya dimulai dari Sumatera bagian Barat Laut ke arah Selatan dan Timur, kemudian menyusul Jawa bagian barat dan selanjutnya ke arah timur dengan skala yang masih sulit diperhitungkan. Karena fenomena ini bergeser, wilayah di Timur dari Bogor misalnya perlu bersiap-siap menerima hujan es yang disertai badai dan petir ini,” tandasnya.

Terkait dampak yang ditimbulkan, Rini menjelaskan hujan es tidak memberikan dampak kerusakan yang mengkhawatirkan. Es yang turun tersebut tidak merusak rumah maupun mobil. Namun, dampak negatif justru datang dari hujan lebat, petir dan angin yang menyertainya. Sebab, petir yang menyertai lebih berbahaya dan anginnya kencang bahkan bisa terbentuk puting beliung.

“Fenomena hujan badai ini, dapat menyebabkan banjir bandang, terutama apabila hujannya terjadi di dataran tinggi dengan lereng terjal dan vegetasi minim. Hujan yang terjadi harus diwaspadai terutama di wilayah lereng yang berpotensi menimbulkan longsor,” jelasnya. Terkait petir yang menyertai hujan, Rini menyarankan supaya masyarakat yang bekerja di hamparan seperti petani di hamparan sawah yang luas, segera meninggalkan tempat bekerjanya bila sudah terlihat akan ada hujan petir karena berpotensi tersambar petir.

“Berteduh di bawah pohon yang tinggi juga berpotensi terimbas petir karena petir menyambar benda yang paling tinggidi suatu kawasan,” tutur Rini. Di samping itu, ia juga mengajak seluruh masyarakat dan pemerintah untuk menata kembali daerah tangkapan hujan. Masyarakat perlu bergotong-royong membersihkan saluran-saluran air. Hal ini penting dilakukan guna mencegah banjir yang ditimbulkan oleh hujan yang lebat.

“Saat ini beberapa wilayah sudah menjelang atau memasuki awal musim hujan, maka dari itu, mari bersama-sama membersihkan saluran-saluran air dan menanam pohon terutama di daerah tangkapan air guna mencegah terjadinya banjir bandang di masa mendatang,” pungkasnya.
(hab)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!