Buat Jakarta Lebih Adem, BMKG Siapkan Operasi Modifikasi Cuaca saat Kemarau Panjang
Selasa, 28 Juli 2026 - 22:24 WIB
Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (28/7/2026). Foto: Binti Mufarida
JAKARTA - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyiapkan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk wilayah Jakarta sebagai langkah menjaga kualitas udara dan menurunkan suhu saat musim kemarau, khususnya jika Hari Tanpa Hujan (HTH) berlangsung cukup panjang. Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani, mengatakan pelaksanaan OMC dilakukan secara situasional dengan berkoordinasi bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta.
“Kalau di Jakarta situasional ya. Jadi BMKG bekerja sama dengan BPBD DKI Jakarta itu secara situasional melihat situasi yang ada di Jakarta. Jadi ketika memang kondisinya sudah Hari Tanpa Hujan cukup panjang, maka dilakukan Operasi Modifikasi Cuaca dengan catatan ketika awan masih ada ya. Karena kalau tanpa awan kita tidak bisa memodifikasi, sehingga nantinya bisa membuat Jakarta lebih adem,” kata Teuku Faisal kepada awak media di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (28/7/2026).
Selain melalui penyemaian awan, Faisal menjelaskan bahwa BMKG telah memasang ground-based generator di sejumlah gedung tinggi di Jakarta bekerja sama dengan BPBD DKI Jakarta. Alat tersebut digunakan untuk membantu agar memicu hujan ketika terdapat awan-awan hujan.
Baca juga: Hadapi El Nino dan Kemarau, Prabowo Instruksikan BMKG Perkuat OMC-Pengisian Waduk
“Dan ini di beberapa gedung tinggi di Jakarta, kerja sama BMKG juga dengan BPBD DKI Jakarta, itu kita juga memasang namanya ground-based generator. Jadi ketika nanti ada awan yang kira-kira “sehat” untuk menghujankan Jakarta, maka akan dilepaskan uap air atau flare untuk kemudian terjadilah hujan. Ini biasanya kalau dalam dua-tiga minggu tanpa hujan sama sekali, kualitas udara di Jakarta juga menurun,” ujarnya.
Lebih lanjut, Faisal pun menegaskan bahwa pelaksanaan OMC khususnya di Jakarta tetap bergantung pada keberadaan awan-awan yang berpotensi menghasilkan hujan. “Jadi salah satu upayanya adalah dengan melakukan hujan (OMC) di pada saat kondisinya memungkinkan di Jakarta.”
“Kalau di Jakarta situasional ya. Jadi BMKG bekerja sama dengan BPBD DKI Jakarta itu secara situasional melihat situasi yang ada di Jakarta. Jadi ketika memang kondisinya sudah Hari Tanpa Hujan cukup panjang, maka dilakukan Operasi Modifikasi Cuaca dengan catatan ketika awan masih ada ya. Karena kalau tanpa awan kita tidak bisa memodifikasi, sehingga nantinya bisa membuat Jakarta lebih adem,” kata Teuku Faisal kepada awak media di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (28/7/2026).
Selain melalui penyemaian awan, Faisal menjelaskan bahwa BMKG telah memasang ground-based generator di sejumlah gedung tinggi di Jakarta bekerja sama dengan BPBD DKI Jakarta. Alat tersebut digunakan untuk membantu agar memicu hujan ketika terdapat awan-awan hujan.
Baca juga: Hadapi El Nino dan Kemarau, Prabowo Instruksikan BMKG Perkuat OMC-Pengisian Waduk
“Dan ini di beberapa gedung tinggi di Jakarta, kerja sama BMKG juga dengan BPBD DKI Jakarta, itu kita juga memasang namanya ground-based generator. Jadi ketika nanti ada awan yang kira-kira “sehat” untuk menghujankan Jakarta, maka akan dilepaskan uap air atau flare untuk kemudian terjadilah hujan. Ini biasanya kalau dalam dua-tiga minggu tanpa hujan sama sekali, kualitas udara di Jakarta juga menurun,” ujarnya.
Lebih lanjut, Faisal pun menegaskan bahwa pelaksanaan OMC khususnya di Jakarta tetap bergantung pada keberadaan awan-awan yang berpotensi menghasilkan hujan. “Jadi salah satu upayanya adalah dengan melakukan hujan (OMC) di pada saat kondisinya memungkinkan di Jakarta.”
(rca)
Lihat Juga :