Guru Besar Ilmu Hukum Tolak Ide Dedi Mulyadi soal Sayembara Tangkap Begal
Senin, 27 Juli 2026 - 07:08 WIB
Guru Besar Ilmu Hukum Universitas Al Azhar Indonesia (UAI) Suparji Ahmad. Foto: YouTube SindoNews
JAKARTA - Ide Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi untuk menggelar sayembara menangkap begal dengan iming-iming hadiah mulai Rp5 juta hingga Rp50 juta terus menuai kritik. Kali ini, kritik dari Guru Besar Ilmu Hukum Universitas Al Azhar Indonesia (UAI) Suparji Ahmad.
Suparji mengingatkan bahaya main hakim sendiri. Dia menilai penangkapan pelaku kejahatan memang diperbolehkan dalam kondisi tertentu, namun harus tetap dilakukan sesuai koridor hukum dan menjadi kewenangan aparat kepolisian.
“Produksi narasi untuk menangkap begal itu hendaknya proporsional, supaya tidak terjadi main hakim sendiri,” kata Suparji dalam program Sindo Sore dikutip Senin (27/7/2026).
Baca juga: Yusril Imbau Dedi Mulyadi Tak Bikin Sayembara Tangkap Begal: Khawatir Masyarakat Jadi Main Hakim Sendiri
Menurut Suparji, lebih baik efektifkan aparat penegak hukum. Selain itu, dia menyarankan, lebih baik masyarakat ditingkatkan kepeduliannya.
Dia melanjutkan, lebih baik ditingkatkan edukasinya supaya tidak terjadi pembegalan dan lain sebagainya. “Bukan dengan cara memberikan iming-iming melakukan sayembara untuk bisa menangkap begal akan diberikan hadiah,” pungkasnya.
Suparji mengingatkan bahaya main hakim sendiri. Dia menilai penangkapan pelaku kejahatan memang diperbolehkan dalam kondisi tertentu, namun harus tetap dilakukan sesuai koridor hukum dan menjadi kewenangan aparat kepolisian.
“Produksi narasi untuk menangkap begal itu hendaknya proporsional, supaya tidak terjadi main hakim sendiri,” kata Suparji dalam program Sindo Sore dikutip Senin (27/7/2026).
Baca juga: Yusril Imbau Dedi Mulyadi Tak Bikin Sayembara Tangkap Begal: Khawatir Masyarakat Jadi Main Hakim Sendiri
Menurut Suparji, lebih baik efektifkan aparat penegak hukum. Selain itu, dia menyarankan, lebih baik masyarakat ditingkatkan kepeduliannya.
Dia melanjutkan, lebih baik ditingkatkan edukasinya supaya tidak terjadi pembegalan dan lain sebagainya. “Bukan dengan cara memberikan iming-iming melakukan sayembara untuk bisa menangkap begal akan diberikan hadiah,” pungkasnya.
Lihat Juga :