Fenomena Bediding Terjadi Lagi, BMKG: Suhu di Dieng Hampir Sentuh Titik Beku 0,7 Derajat Celsius
Sabtu, 18 Juli 2026 - 08:57 WIB
Kawasan dataran tinggi Dieng , Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah. Foto/Dok SindoNews
JAKARTA - Memasuki puncak musim kemarau , masyarakat di sejumlah wilayah Pulau Jawa kembali merasakan udara malam hingga dini hari yang jauh lebih dingin dari biasanya. Fenomena ini dikenal sebagai bediding, yakni kondisi penurunan suhu udara yang umum terjadi pada musim kemarau.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengatakan, masyarakat di Pulau Jawa telah lama mengenal fenomena tersebut. Menurut BMKG , penyebab utama bediding adalah angin muson timur atau musim Australia yang membawa massa udara kering ke Indonesia.
"Dalang utamanya adalah musim Australia. Angin musim yang kering ini menyapu uap air dan mengurangi pembentukan awan di langit kita," ungkap BMKG lewat akun media sosial Instagram resminya, Sabtu (18/7/2026).
Baca Juga: 5 Fakta Fenomena Bediding Juli 2024 yang Bikin Udara di Wilayah Indonesia Jadi Lebih Dingin
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengatakan, masyarakat di Pulau Jawa telah lama mengenal fenomena tersebut. Menurut BMKG , penyebab utama bediding adalah angin muson timur atau musim Australia yang membawa massa udara kering ke Indonesia.
"Dalang utamanya adalah musim Australia. Angin musim yang kering ini menyapu uap air dan mengurangi pembentukan awan di langit kita," ungkap BMKG lewat akun media sosial Instagram resminya, Sabtu (18/7/2026).
Baca Juga: 5 Fakta Fenomena Bediding Juli 2024 yang Bikin Udara di Wilayah Indonesia Jadi Lebih Dingin
Lihat Juga :