Tingkatkan Pelayanan, Astamaops Kapolri Dorong Transformasi Hotline 110 dan Command Center

Jum'at, 17 Juli 2026 - 14:13 WIB
Astamaops Kapolri Komjen Pol M Fadil Imran berbincang dengan masyarakat saat kunker di Polresta Sorong Kota, Papua Barat Daya, Kamis (16/7/2026). Foto/Dok. SindoNews
SORONG - Asisten Utama Kapolri Bidang Operasi (Astamaops Kapolri) Komjen Pol M Fadil Imran mendorong transformasi pelayanan kepolisian melalui penguatan integrasi Layanan Polisi 110 , Command Center, SPKT, Samapta, serta fungsi patroli. Hal ini agar Polri mampu menghadirkan respons yang lebih cepat, terkoordinasi, dan berorientasi pada penyelesaian masalah masyarakat.

Hal tersebut disampaikan Fadil saat kunjungan kerja ke Polresta Sorong Kota , Papua Barat Daya, Kamis (16/7/2026). Dalam kunjungan tersebut, ia meninjau langsung pelaksanaan Layanan Polisi 110, mekanisme Command Center, hingga pola koordinasi antara operator, Pamapta, SPKT, dan personel yang bertugas di lapangan. Baca juga: Kapolri Luncurkan Hotline 110, Dapat Layanan Polisi Semudah Pesan Pizza



Berdasarkan data Posko Command Center 110 Mabes Polri, sepanjang Januari-Juni 2026 Layanan Polisi 110 Polresta Sorong Kota menerima 3.392 panggilan, dengan 2.672 panggilan berhasil dijawab dan success call rate mencapai 88,18 persen. Capaian tersebut meningkat dibandingkan 2025 yang berada pada angka 80,37% sekaligus menempatkan Polresta Sorong Kota pada posisi kedua di jajaran Polda Papua Barat Daya.

Meski mengapresiasi peningkatan tersebut, Fadil menegaskan bahwa indikator keberhasilan pelayanan tidak berhenti pada jumlah panggilan yang berhasil dijawab. "Telepon terjawab adalah awal dari pelayanan, bukan akhir. Yang harus kita pastikan adalah setelah masyarakat menyampaikan masalahnya, siapa yang bergerak, berapa lama polisi sampai, dan apakah persoalan masyarakat benar-benar tertangani," katanya.

Menurutnya, paradigma pelayanan kepolisian perlu bergeser. Dari sekadar menerima laporan menuju memastikan setiap laporan memperoleh tindak lanjut hingga masyarakat benar-benar mendapatkan bantuan.

Ia menjelaskan alur pelayanan harus berjalan secara utuh, dimulai dari laporan diterima melalui Layanan Polisi 110, diverifikasi, diteruskan kepada personel terdekat, ditindaklanjuti di lapangan, hingga hasil penanganannya kembali dimonitor. "Jangan hanya bertanya berapa telepon yang kita jawab. Mulai bertanya, berapa masyarakat yang benar-benar kita bantu. Itu ukuran pelayanan yang jauh lebih penting," ujarnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!