Pemkot Tangsel Perkuat Layanan Kesehatan Ibu dan Anak untuk Cegah Stunting
Rabu, 15 Juli 2026 - 14:46 WIB
Pemkot Tangsel memperkuat layanan kesehatan ibu dan anak untuk mencegah stunting. Foto/istimewa
TANGSEL - Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Pemkot Tangsel) terus memperkuat berbagai upaya pencegahan stunting sejak tahap paling awal kehidupan melalui penguatan layanan kesehatan ibu dan anak. Hal ini dilakukan sebagai strategi membangun generasi yang sehat, berkualitas, dan bebas stunting, dengan memastikan setiap calon ibu, ibu hamil, ibu menyusui, hingga balita mendapatkan layanan kesehatan dan pemenuhan gizi yang optimal.
Melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) bersama perangkat daerah terkait, Pemkot Tangsel mengoptimalkan berbagai intervensi yang berfokus pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), mulai dari pemeriksaan kesehatan ibu hamil, pemantauan tumbuh kembang balita di Posyandu, pemberian makanan tambahan bagi sasaran yang membutuhkan, edukasi gizi, hingga pendampingan keluarga berisiko stunting melalui Tim Pendamping Keluarga (TPK).
Tak hanya itu, upaya percepatan penurunan stunting juga diperkuat melalui kolaborasi lintas sektor yang melibatkan tenaga kesehatan, kader Posyandu, TP PKK, pemerintah kecamatan dan kelurahan, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya. Sinergi tersebut bertujuan memastikan intervensi yang diberikan tepat sasaran dan mampu menjangkau masyarakat secara menyeluruh.
Baca juga: Kemendukbangga Perkuat Sinergi Pusat-Daerah untuk Bonus Demografi dan Penurunan Stunting
Melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) bersama perangkat daerah terkait, Pemkot Tangsel mengoptimalkan berbagai intervensi yang berfokus pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), mulai dari pemeriksaan kesehatan ibu hamil, pemantauan tumbuh kembang balita di Posyandu, pemberian makanan tambahan bagi sasaran yang membutuhkan, edukasi gizi, hingga pendampingan keluarga berisiko stunting melalui Tim Pendamping Keluarga (TPK).
Tak hanya itu, upaya percepatan penurunan stunting juga diperkuat melalui kolaborasi lintas sektor yang melibatkan tenaga kesehatan, kader Posyandu, TP PKK, pemerintah kecamatan dan kelurahan, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya. Sinergi tersebut bertujuan memastikan intervensi yang diberikan tepat sasaran dan mampu menjangkau masyarakat secara menyeluruh.
Baca juga: Kemendukbangga Perkuat Sinergi Pusat-Daerah untuk Bonus Demografi dan Penurunan Stunting
Lihat Juga :