Bakal Dihadiri 3.000 Peserta, Gus Ipul Ungkap Persiapan Muktamar ke-35 NU di Tambakberas
Senin, 13 Juli 2026 - 18:50 WIB
Ia menilai banyak informasi yang bercampur antara fakta, informasi yang belum utuh, hingga hoaks sehingga masyarakat diminta hanya mengacu pada informasi resmi PBNU.
“Saya sampaikan kepada para peserta muktamar, hendaknya bisa memilih dan memilah seluruh pemberitaan-pemberitaan yang ada, khususnya yang ada di dunia media sosial,” katanya.
Saat ditanya mengenai progres persiapan, Gus Ipul belum bersedia menyebutkan persentase kesiapan. Namun ia optimistis seluruh kebutuhan penyelenggaraan dapat dipenuhi berkat dukungan dari berbagai pihak, termasuk Pemerintah Provinsi Jawa Timur, pemerintah daerah di sekitar Jombang, serta jaringan pesantren.
Terkait substansi muktamar, Gus Ipul menyebut pembahasan akan berfokus pada arah NU memasuki abad kedua, termasuk menghadapi tantangan global, tantangan domestik, penguatan dakwah, hingga pendidikan.
Sementara mengenai mekanisme pemilihan Ketua Umum PBNU, ia mengatakan masih terdapat sejumlah usulan yang berkembang. Selain mempertahankan mekanisme yang berlaku saat ini, muncul pula wacana pemilihan melalui Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA) sebagaimana pemilihan Rais Aam.
“Itu semua baru wacana, karena yang menentukan nanti pada akhirnya adalah muktamirin. Jadi ini semua baru wacana-wacana yang kemarin dikembangkan pada saat ada Musyawarah Nasional dan Konferensi Besar Nahdlatul Ulama,” pungkasnya.
“Saya sampaikan kepada para peserta muktamar, hendaknya bisa memilih dan memilah seluruh pemberitaan-pemberitaan yang ada, khususnya yang ada di dunia media sosial,” katanya.
Saat ditanya mengenai progres persiapan, Gus Ipul belum bersedia menyebutkan persentase kesiapan. Namun ia optimistis seluruh kebutuhan penyelenggaraan dapat dipenuhi berkat dukungan dari berbagai pihak, termasuk Pemerintah Provinsi Jawa Timur, pemerintah daerah di sekitar Jombang, serta jaringan pesantren.
Terkait substansi muktamar, Gus Ipul menyebut pembahasan akan berfokus pada arah NU memasuki abad kedua, termasuk menghadapi tantangan global, tantangan domestik, penguatan dakwah, hingga pendidikan.
Sementara mengenai mekanisme pemilihan Ketua Umum PBNU, ia mengatakan masih terdapat sejumlah usulan yang berkembang. Selain mempertahankan mekanisme yang berlaku saat ini, muncul pula wacana pemilihan melalui Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA) sebagaimana pemilihan Rais Aam.
“Itu semua baru wacana, karena yang menentukan nanti pada akhirnya adalah muktamirin. Jadi ini semua baru wacana-wacana yang kemarin dikembangkan pada saat ada Musyawarah Nasional dan Konferensi Besar Nahdlatul Ulama,” pungkasnya.
(cip)
Lihat Juga :