IYSDGS 2026 Dorong Kolaborasi Lintas Sektor untuk Ketahanan Air dan Pangan
Senin, 06 Juli 2026 - 13:21 WIB
Pada Session I: Future-Proofing Water Infrastructure for National Water Security, para narasumber membahas tantangan pembangunan infrastruktur air, inovasi teknologi, tata kelola, serta pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk memperkuat ketahanan air nasional. Sesi ini menghadirkan Rio Fafen Ciptaswara, President Director LUME CARBON; Dr. Ir. Firdaus Ali, Founder & Chairman Indonesia Water Institute; serta Rendy Ardiansyah, Direktur Utama PT WIKA Tirta Jaya Jatiluhur.
Diskusi tersebut menyoroti bahwa isu air tidak hanya berkaitan dengan ketersediaan sumber daya, tetapi juga menyangkut tata kelola, infrastruktur, akses masyarakat, dan kesiapan Indonesia menghadapi perubahan iklim.
Sementara itu, Session II: National Strategy for Food Security and Sustainable Agriculture membahas strategi ketahanan pangan melalui kebijakan berbasis data, inovasi riset, penguatan sistem produksi dan distribusi pangan, serta kolaborasi multipihak dalam menghadapi perubahan iklim dan dinamika krisis pangan global. Sesi ini menghadirkan Rico Eric Estrada, Clara Citra Arundati, Muhammad Ulil Ahmad, dan Hendra Adi Susila sebagai narasumber.
Sebagai bagian dari rangkaian acara, IYSDGS 2026 juga memberikan penghargaan kepada para pemenang kegiatan pre-event melalui SDGs Awarding Session. Tiga sekolah terbaik, yaitu School of Human Bekasi, SMK Bisnis dan Teknologi, dan MAN 14 Jakarta, turut mempresentasikan gagasan mereka sebelum menerima penghargaan.
Ketua Program Studi Ilmu Politik Universitas Bakrie Aditya Batara Gunawan menyampaikan bahwa IYSDGS dirancang bukan hanya sebagai forum diskusi, tetapi juga sebagai ruang pembelajaran publik bagi mahasiswa dan generasi muda. “Kami ingin IYSDGS menjadi ruang yang mempertemukan gagasan akademik, pengalaman praktis, dan kebutuhan kebijakan publik. Isu air, pangan, energi, dan sustainability terlalu penting untuk dibahas secara sektoral. Karena itu, forum ini menghadirkan berbagai aktor agar mahasiswa dapat melihat persoalan secara lebih utuh” ujar Aditya.
Ia menambahkan, keterlibatan mahasiswa dalam forum seperti ini penting untuk membangun literasi kebijakan dan kepedulian terhadap isu pembangunan berkelanjutan. “Generasi muda perlu dibiasakan membaca persoalan publik secara kritis, tetapi juga solutif. Harapannya, IYSDGS dapat menjadi salah satu pintu bagi mahasiswa untuk memahami bahwa kontribusi terhadap pembangunan berkelanjutan dapat dimulai dari pengetahuan, riset, advokasi, hingga kolaborasi,” tambahnya.
Melalui penyelenggaraan IYSDGS 2026, Universitas Bakrie menegaskan komitmennya dalam mendukung agenda pembangunan berkelanjutan, khususnya melalui pendidikan tinggi, penguatan kolaborasi lintas sektor, serta pelibatan aktif generasi muda dalam menjawab tantangan strategis nasional.
Indonesian Youth SDGs (IYSDGs) Summit merupakan forum tahunan tingkat nasional yang diselenggarakan oleh Program Studi Ilmu Politik Universitas Bakrie sebagai wadah kolaborasi, diskusi, dan aksi bagi generasi muda dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) di Indonesia.
Melalui seminar, diskusi panel, dan berbagai inisiatif kepemudaan, IYSDGs Summit mendorong lahirnya gagasan inovatif serta kolaborasi lintas sektor untuk mewujudkan pembangunan berkelanjutan menuju Indonesia Emas 2045 dan Agenda SDGs 2030.
Diskusi tersebut menyoroti bahwa isu air tidak hanya berkaitan dengan ketersediaan sumber daya, tetapi juga menyangkut tata kelola, infrastruktur, akses masyarakat, dan kesiapan Indonesia menghadapi perubahan iklim.
Sementara itu, Session II: National Strategy for Food Security and Sustainable Agriculture membahas strategi ketahanan pangan melalui kebijakan berbasis data, inovasi riset, penguatan sistem produksi dan distribusi pangan, serta kolaborasi multipihak dalam menghadapi perubahan iklim dan dinamika krisis pangan global. Sesi ini menghadirkan Rico Eric Estrada, Clara Citra Arundati, Muhammad Ulil Ahmad, dan Hendra Adi Susila sebagai narasumber.
Sebagai bagian dari rangkaian acara, IYSDGS 2026 juga memberikan penghargaan kepada para pemenang kegiatan pre-event melalui SDGs Awarding Session. Tiga sekolah terbaik, yaitu School of Human Bekasi, SMK Bisnis dan Teknologi, dan MAN 14 Jakarta, turut mempresentasikan gagasan mereka sebelum menerima penghargaan.
Ketua Program Studi Ilmu Politik Universitas Bakrie Aditya Batara Gunawan menyampaikan bahwa IYSDGS dirancang bukan hanya sebagai forum diskusi, tetapi juga sebagai ruang pembelajaran publik bagi mahasiswa dan generasi muda. “Kami ingin IYSDGS menjadi ruang yang mempertemukan gagasan akademik, pengalaman praktis, dan kebutuhan kebijakan publik. Isu air, pangan, energi, dan sustainability terlalu penting untuk dibahas secara sektoral. Karena itu, forum ini menghadirkan berbagai aktor agar mahasiswa dapat melihat persoalan secara lebih utuh” ujar Aditya.
Ia menambahkan, keterlibatan mahasiswa dalam forum seperti ini penting untuk membangun literasi kebijakan dan kepedulian terhadap isu pembangunan berkelanjutan. “Generasi muda perlu dibiasakan membaca persoalan publik secara kritis, tetapi juga solutif. Harapannya, IYSDGS dapat menjadi salah satu pintu bagi mahasiswa untuk memahami bahwa kontribusi terhadap pembangunan berkelanjutan dapat dimulai dari pengetahuan, riset, advokasi, hingga kolaborasi,” tambahnya.
Melalui penyelenggaraan IYSDGS 2026, Universitas Bakrie menegaskan komitmennya dalam mendukung agenda pembangunan berkelanjutan, khususnya melalui pendidikan tinggi, penguatan kolaborasi lintas sektor, serta pelibatan aktif generasi muda dalam menjawab tantangan strategis nasional.
Indonesian Youth SDGs (IYSDGs) Summit merupakan forum tahunan tingkat nasional yang diselenggarakan oleh Program Studi Ilmu Politik Universitas Bakrie sebagai wadah kolaborasi, diskusi, dan aksi bagi generasi muda dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) di Indonesia.
Melalui seminar, diskusi panel, dan berbagai inisiatif kepemudaan, IYSDGs Summit mendorong lahirnya gagasan inovatif serta kolaborasi lintas sektor untuk mewujudkan pembangunan berkelanjutan menuju Indonesia Emas 2045 dan Agenda SDGs 2030.
(rca)
Lihat Juga :