Status Gunung Anak Krakatau Naik Level Siaga, Masyarakat Dilarang Mendekat Radius 3 Km
Jum'at, 03 Juli 2026 - 17:03 WIB
Badan Geologi resmi menaikkan status aktivitas Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda, Lampung, dari Level II (Waspada) menjadi Level III (Siaga). Foto/istimewa
LAMPUNG - Badan Geologi resmi menaikkan status aktivitas Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda, Lampung, dari Level II (Waspada) menjadi Level III (Siaga). Kenaikan status Gunung Anak Krakatau ini setelah terjadi peningkatan aktivitas vulkanik yang ditandai lonjakan kegempaan hingga erupsi.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Geologi Lana Saria, mengatakan kenaikan status dimulai setelah pada hari Kamis, 2 Juli 2026 pukul 14:05 WIB terjadi erupsi dengan tinggi kolom abu teramati 200 m di atas puncak (+357 m di atas permukaan laut).
“Berdasarkan hasil Analisis dan Evaluasi secara menyeluruh, maka tingkat aktivitas Gunungapi Anak Krakatau dinaikan dari Level II (Waspada) menjadi Level III (Siaga) terhitung mulai tanggal 2 Juli 2026 pukul 16.30 WIB,” kata Lana, Jumat (3/7/2026).
Baca juga: Aktivitas Gunung Anak Krakatau Meningkat, Masyarakat Diimbau Waspada
Lana menjelaskan peningkatan aktivitas Gunung Anak Krakatau telah terpantau sejak awal Juni 2026. Indikasinya terlihat dari munculnya emisi gas sulfur dioksida (SO2), anomali panas di kawah, hingga peningkatan signifikan gempa vulkanik dangkal yang menunjukkan adanya dinamika magma di bagian permukaan gunung.
"Selama periode tanggal 16 Juni hingga 2 Juli 2026 terekam 740 kali gempa Hembusan, 24 kali gempa Harmonik, 247 kali gempa Low Frequency, 520 kali gempa Hybrid/Fase Banyak, 16 kali gempa Tremor Menerus, 2 kali gempa Vulkanik Dangkal, 3 kali gempa Vulkanik Dalam, 1 kali gempa Tektonik Lokal, dan 5 kali Gempa Tektonik Jauh,” jelasnya.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Geologi Lana Saria, mengatakan kenaikan status dimulai setelah pada hari Kamis, 2 Juli 2026 pukul 14:05 WIB terjadi erupsi dengan tinggi kolom abu teramati 200 m di atas puncak (+357 m di atas permukaan laut).
“Berdasarkan hasil Analisis dan Evaluasi secara menyeluruh, maka tingkat aktivitas Gunungapi Anak Krakatau dinaikan dari Level II (Waspada) menjadi Level III (Siaga) terhitung mulai tanggal 2 Juli 2026 pukul 16.30 WIB,” kata Lana, Jumat (3/7/2026).
Baca juga: Aktivitas Gunung Anak Krakatau Meningkat, Masyarakat Diimbau Waspada
Lana menjelaskan peningkatan aktivitas Gunung Anak Krakatau telah terpantau sejak awal Juni 2026. Indikasinya terlihat dari munculnya emisi gas sulfur dioksida (SO2), anomali panas di kawah, hingga peningkatan signifikan gempa vulkanik dangkal yang menunjukkan adanya dinamika magma di bagian permukaan gunung.
"Selama periode tanggal 16 Juni hingga 2 Juli 2026 terekam 740 kali gempa Hembusan, 24 kali gempa Harmonik, 247 kali gempa Low Frequency, 520 kali gempa Hybrid/Fase Banyak, 16 kali gempa Tremor Menerus, 2 kali gempa Vulkanik Dangkal, 3 kali gempa Vulkanik Dalam, 1 kali gempa Tektonik Lokal, dan 5 kali Gempa Tektonik Jauh,” jelasnya.
Lihat Juga :