BMKG Pantau Potensi Likuefaksi usai Gempa Besar M6,7 di Palu Sulteng

Selasa, 16 Juni 2026 - 13:52 WIB
BMKG memantau potensi fenomena geologi likuefaksi usai gempa besar M6,7 di Palu, Sulawesi Tengah. Foto/SindoNews
SULTENG - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika ( BMKG ) memastikan terus memantau potensi fenomena geologi likuefaksi usai gempa besar M6,7 di Palu, Sulawesi Tengah, pada Selasa, 16 Juni 2026. Diketahui, Palu pernah mengalami fenomena likuefaksi pascagempa M7,5 pada 2018.

“Terkait dengan risiko likuefaksi ya, jadi kita tahu bersama bahwa pada tahun 2018 ya, itu ada gempa sangat dahsyat di Palu dengan magnitudo 7,5. Itu kan ada beberapa wilayah berpotensi likuefaksi ya. Tapi tentunya dengan gempa yang saat ini 6,7, itu bisa saja kemungkinan terjadi likuefaksi, tapi kan likuefaksi tidak terjadi di semua wilayah ya, hanya wilayah-wilayah tertentu di mana wilayah itu yang daerah yang berpasir, terus ada potensi air naik dan seterusnya, utamanya di situ,” ujar Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, Wijayanto.



Meski begitu, kata Wijayanto, jika terjadi likuefaksi harapanya tidak signifikan seperti yang pernah terjadi pada 2018 lalu. “Tapi tentunya kita berharap untuk gempa yang 6,7 ini, misalkan itu terjadi likuefaksi, harapannya tidak signifikan seperti yang 7,5 ya. Karena memang antara 6,7 sama 7,5 itu sangat jauh sekali energinya. Jadi harapannya nanti tidak ada,” katanya.

Baca juga: Gempa Besar Berkekuatan M6,7 Guncang Palu Sulteng
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!