Dari Dunia Usaha ke Politik, Jejak Pengabdian Yulius Aho untuk Kalbar
Senin, 08 Juni 2026 - 13:55 WIB
Perjalanan panjang di dunia usaha membentuk karakter yang tangguh sekaligus membumi. Dia memahami bahwa keberhasilan tidak datang dalam semalam, melainkan melalui proses panjang yang penuh kerja keras, konsistensi dan ketekunan. “Siapa yang ingin sukses harus memulainya dari hal-hal yang paling kecil,” ucap Yulius.
Kini, sebagai Direktur Utama PT Borneo Twindo Group, dia tidak hanya dikenal sebagai pengusaha, tetapi juga sosok yang peka terhadap kebutuhan warga. Salah satu kontribusi nyatanya adalah menghadirkan layanan ambulans gratis. Atas dedikasinya tersebut, dia menerima Kinerja Award 2026 sebagai Pelopor Jasa Layanan Kesehatan Ambulans Gratis untuk Masyarakat Kalimantan Barat.
“Ambulans gratis memastikan masyarakat, terutama yang kurang mampu, memiliki akses setara terhadap layanan kesehatan, sehingga biaya bukan lagi penghalang utama untuk menyelamatkan nyawa,” katanya.
Di luar dunia usaha dan kegiatan sosial, mantan atlet Tarung Derajat ini juga aktif membina olahraga sebagai Ketua Komisi Tinju Indonesia (KTI) Kalbar. Dia juga dikenal sebagai tokoh Dayak yang aktif di berbagai organisasi di antaranya Ketua Dewan Pembina dan Penasehat Majelis Hukum Adat Dayak Nasional, Penasehat Organisasi Mangkok Merah, Penasehat Pemuda Dayak, serta Bendahara Umum Ikatan Cendekiawan Dayak Nasional.
Kepeduliannya terhadap generasi muda turut diwujudkan melalui dukungan terhadap pendidikan dan pelestarian budaya Dayak. Salah satunya melalui pemberian beasiswa kepada pemenang ajang Bujang Dara sebagai bentuk dukungan terhadap pelestarian budaya lokal.
Kini, sebagai Direktur Utama PT Borneo Twindo Group, dia tidak hanya dikenal sebagai pengusaha, tetapi juga sosok yang peka terhadap kebutuhan warga. Salah satu kontribusi nyatanya adalah menghadirkan layanan ambulans gratis. Atas dedikasinya tersebut, dia menerima Kinerja Award 2026 sebagai Pelopor Jasa Layanan Kesehatan Ambulans Gratis untuk Masyarakat Kalimantan Barat.
“Ambulans gratis memastikan masyarakat, terutama yang kurang mampu, memiliki akses setara terhadap layanan kesehatan, sehingga biaya bukan lagi penghalang utama untuk menyelamatkan nyawa,” katanya.
Di luar dunia usaha dan kegiatan sosial, mantan atlet Tarung Derajat ini juga aktif membina olahraga sebagai Ketua Komisi Tinju Indonesia (KTI) Kalbar. Dia juga dikenal sebagai tokoh Dayak yang aktif di berbagai organisasi di antaranya Ketua Dewan Pembina dan Penasehat Majelis Hukum Adat Dayak Nasional, Penasehat Organisasi Mangkok Merah, Penasehat Pemuda Dayak, serta Bendahara Umum Ikatan Cendekiawan Dayak Nasional.
Kepeduliannya terhadap generasi muda turut diwujudkan melalui dukungan terhadap pendidikan dan pelestarian budaya Dayak. Salah satunya melalui pemberian beasiswa kepada pemenang ajang Bujang Dara sebagai bentuk dukungan terhadap pelestarian budaya lokal.
Lihat Juga :