Bayar PBB-P2 hingga 31 Juli, Warga Jakarta Otomatis Dapat Potongan 7,5%
Kamis, 04 Juni 2026 - 08:08 WIB
Ilustrasi bangunan (Foto:Dok.Istimewa)
JAKARTA - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta kembali memberikan insentif Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) tahun 2026. Melalui kebijakan ini, wajib pajak berkesempatan mendapatkan potongan sebesar 7,5% dari pokok PBB-P2 tahun pajak 2026 apabila melakukan pembayaran pada periode 1 Juni hingga 31 Juli 2026.
Kepala Pusat Data dan Informasi Pendapatan Bapenda DKI Jakarta, Morris Danny, menjelaskan bahwa insentif tersebut diberikan secara otomatis pada saat sistem memproses pembayaran. Dengan demikian, wajib pajak tidak perlu lagi mengajukan permohonan khusus atau melalui proses birokrasi yang rumit untuk mendapatkan potongan tersebut.
"Kami ingin memberikan kemudahan maksimal kepada warga Jakarta. Potongan 7,5% ini langsung terpotong di sistem saat pembayaran dilakukan, selama masih dalam periode yang telah ditetapkan yaitu hingga akhir Juli 2026," ujar Morris Danny.
Kebijakan ini menjadi kesempatan emas bagi masyarakat untuk memenuhi kewajiban pajak daerah dengan beban yang lebih ringan. Terlebih, memasuki pertengahan tahun, pembayaran PBB-P2 kerap menjadi salah satu pengeluaran yang perlu kembali diprioritaskan di tengah aktivitas sehari-hari.
Kepala Pusat Data dan Informasi Pendapatan Bapenda DKI Jakarta, Morris Danny, menjelaskan bahwa insentif tersebut diberikan secara otomatis pada saat sistem memproses pembayaran. Dengan demikian, wajib pajak tidak perlu lagi mengajukan permohonan khusus atau melalui proses birokrasi yang rumit untuk mendapatkan potongan tersebut.
"Kami ingin memberikan kemudahan maksimal kepada warga Jakarta. Potongan 7,5% ini langsung terpotong di sistem saat pembayaran dilakukan, selama masih dalam periode yang telah ditetapkan yaitu hingga akhir Juli 2026," ujar Morris Danny.
Kebijakan ini menjadi kesempatan emas bagi masyarakat untuk memenuhi kewajiban pajak daerah dengan beban yang lebih ringan. Terlebih, memasuki pertengahan tahun, pembayaran PBB-P2 kerap menjadi salah satu pengeluaran yang perlu kembali diprioritaskan di tengah aktivitas sehari-hari.
Lihat Juga :