Hadapi Super El Nino di Musim Kemarau, BMKG Perkuat Operasi Modifikasi Cuaca

Sabtu, 23 Mei 2026 - 18:21 WIB
Kendati demikian, Teuku memperkirakan, fenomena El Nino akan mulai aktif melanda Indonesia pada Juni 2026. Menurutnya, intensitas El Nino diperkirakan moderate hingga kuat.

"Dan itu yang perlu kita waspadai ketika di bulan Juni, Juli, Agustus, nanti puncak musim kemarau Agustus, September, itu dapat membuat kemarau di Indonesia akan lebih panjang dan juga lebih kering dari yang terjadi dalam rata-rata 30 tahun terakhir," ucapnya.

Baca juga: Hadapi Super El Nino, Kapolda Riau Instruksikan Pemadaman Karhutla secara Maksimal

Teuku pun menyampaikan, pihaknya akan memulai OMC. Hal ini ditujukan untuk mengisi tampungan air yang ada di sejumlah titik guna mencegah kekeringan. Apalagi, kata dia, periode super El Nino terbilang panjang.

"El Nino kira-kira periodenya akan berakhir kira-kira aktif dalam 9 sampai 12 bulan. Jadi kalau tahun ini aktif, akan berakhir kira-kira di bulan Maret sampai bulan Mei di tahun 2027. Jadi harapan kita 2027 kita tidak mengalami kemarau yang berbarengan dengan El Nino lagi," pungkasnya.
(shf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!