Berkembang saat Pandemi, Usaha Kuliner Ini Rekrut Pekerja Korban PHK
Senin, 21 September 2020 - 03:02 WIB
Salah satu pekerjanya bernama Vivi Nadia Putri. Sebelum bergabung di Se'i Sapiku, Vivi telah menganggur selama selama 5 bulan. Dia di PHK dari salah satu usaha loundry akibat perusahaan itu tak lagi sanggup membayar gaji karyawan. Padahal kebutuhan sehari-hari keluarganya sangat bergantung dari gaji bekerja di sana.
"Sudah 5 bulanan ini nganggur, makanya pas ada informasi di sosmed kalau resto ini buka lowongan untuk mereka yang di PHK, saya langsung cepat melamar. Alhamdulillah diterima langsung," ungkap Vivi di lokasi, Minggu (20/9/2020). (Baca juga: BMKG Duga Suara Dentuman di Wilayah Jaksel dan Jaktim Bersumber dari Petir)
Meski hanya memiliki keahlian terbatas untuk urusan kuliner, namun kebijaksanaan manajemen Se'i Sapiku membuatnya bisa belajar beradaptasi secara cepat. Dengan mata berkaca-kaca, Vivi pun mengungkap rasa bahagianya bisa bekerja kembali demi menghidupi keluarga di rumah.
"Saya harus bantu suami, karena enggak cukup kan kalau hanya mengandalkan penghasilan dari sekuriti. Saya punya anak kecil juga, jadi butuh biaya tambahan. Saya bersyukur banget bisa bekerja di sini, karena situasi sekarang serba sulit untuk cari kerja," ucapnya.
Salah satu pekerja lainnya di bagian dapur, Andri Suhantoro, mengaku, memang saat waktu melamar kerja di Se'i Sapiku pihak manajemen memberi seleksi spesial bagi mereka yang menganggur akibat di PHK.
"Sudah 5 bulanan ini nganggur, makanya pas ada informasi di sosmed kalau resto ini buka lowongan untuk mereka yang di PHK, saya langsung cepat melamar. Alhamdulillah diterima langsung," ungkap Vivi di lokasi, Minggu (20/9/2020). (Baca juga: BMKG Duga Suara Dentuman di Wilayah Jaksel dan Jaktim Bersumber dari Petir)
Meski hanya memiliki keahlian terbatas untuk urusan kuliner, namun kebijaksanaan manajemen Se'i Sapiku membuatnya bisa belajar beradaptasi secara cepat. Dengan mata berkaca-kaca, Vivi pun mengungkap rasa bahagianya bisa bekerja kembali demi menghidupi keluarga di rumah.
"Saya harus bantu suami, karena enggak cukup kan kalau hanya mengandalkan penghasilan dari sekuriti. Saya punya anak kecil juga, jadi butuh biaya tambahan. Saya bersyukur banget bisa bekerja di sini, karena situasi sekarang serba sulit untuk cari kerja," ucapnya.
Salah satu pekerja lainnya di bagian dapur, Andri Suhantoro, mengaku, memang saat waktu melamar kerja di Se'i Sapiku pihak manajemen memberi seleksi spesial bagi mereka yang menganggur akibat di PHK.
Lihat Juga :