BPDP Gelar Sosialisasi Beasiswa Sawit demi Pengarusutamaan Gender di Papua Barat Daya
Jum'at, 15 Mei 2026 - 13:36 WIB
Direktur Keuangan, Manajemen Risiko, dan Umum selaku Ketua PUG BPDP Zaid Burhan Ibrahim menuturkan hadirnya program Beasiswa Sawit merupakan bentuk nyata komitmen BPDP dalam mencetak generasi unggul di bidang perkebunan yaitu generasi yang berdaya saing tinggi, berintegritas, dan menjunjung kesetaraan gender.
“Melalui sosialisasi ini, diharapkan para guru dan siswa dapat memperoleh informasi lengkap tentang peluang, manfaat, dan mekanisme program Beasiswa Sawit dengan harapan semakin banyak putra-putri daerah Papua yang menjadi bagian dari masa depan perkebunan Indonesia yang berkelanjutan,” ujar Zaid.
Kegiatan sosialisasi Beasiswa Sawit ini juga dilatarbelakangi kondisi sosial demografi masyarakat Papua Barat Daya. Direktorat Jenderal Perkebunan Suparwati mengatakan, berdasarkan angka Statistik Perkebunan, luas areal perkebunan kelapa sawit rakyat di Papua Barat Daya mencapai 3.600 hektare dengan jumlah petani 594 KK yang tersebar di 2 kabupaten yaitu Kabupaten Sorong seluas 3.214 hektare dengan jumlah petani 434 KK dan Kabupaten Sorong Selatan seluas 386 hektare dengan jumlah petani 160 KK.
“Dalam rangka meningkatkan kualitas SDM Perkebunan kelapa sawit, pemerintah melalui Direktorat Jenderal Perkebunan bersama BPDP melaksanakan program Beasiswa Sawit yang pada tahun 2026 ini target pendidikan beasiswa sebanyak 5.000 orang,” kata Suparwati.
Pemerintah menyiapkan kategori khusus melalui Program Afirmasi diberikan kepada peserta yang berasal dari wilayah Papua, Nusa Tenggara, Daerah 3T, wilayah perbatasan, dan peserta tidak mampu secara ekonomi. Adapun alokasi dan kuota afirmasi yang disediakan yaitu maksimal 30% dari total kuota keseluruhan berdasarkan asal daerah dan kondisi ekonomi.
“Melalui sosialisasi ini, diharapkan para guru dan siswa dapat memperoleh informasi lengkap tentang peluang, manfaat, dan mekanisme program Beasiswa Sawit dengan harapan semakin banyak putra-putri daerah Papua yang menjadi bagian dari masa depan perkebunan Indonesia yang berkelanjutan,” ujar Zaid.
Kegiatan sosialisasi Beasiswa Sawit ini juga dilatarbelakangi kondisi sosial demografi masyarakat Papua Barat Daya. Direktorat Jenderal Perkebunan Suparwati mengatakan, berdasarkan angka Statistik Perkebunan, luas areal perkebunan kelapa sawit rakyat di Papua Barat Daya mencapai 3.600 hektare dengan jumlah petani 594 KK yang tersebar di 2 kabupaten yaitu Kabupaten Sorong seluas 3.214 hektare dengan jumlah petani 434 KK dan Kabupaten Sorong Selatan seluas 386 hektare dengan jumlah petani 160 KK.
“Dalam rangka meningkatkan kualitas SDM Perkebunan kelapa sawit, pemerintah melalui Direktorat Jenderal Perkebunan bersama BPDP melaksanakan program Beasiswa Sawit yang pada tahun 2026 ini target pendidikan beasiswa sebanyak 5.000 orang,” kata Suparwati.
Pemerintah menyiapkan kategori khusus melalui Program Afirmasi diberikan kepada peserta yang berasal dari wilayah Papua, Nusa Tenggara, Daerah 3T, wilayah perbatasan, dan peserta tidak mampu secara ekonomi. Adapun alokasi dan kuota afirmasi yang disediakan yaitu maksimal 30% dari total kuota keseluruhan berdasarkan asal daerah dan kondisi ekonomi.
Lihat Juga :