Gangguan Atmosfer, BMKG: Waspadai Potensi Hujan Pada 15-21 Mei 2026

Jum'at, 15 Mei 2026 - 08:44 WIB
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini potensi hujan di sejumlah wilayah sepekan ke depan periode 15-21 Mei 2026. Foto/Dok.SindoNews
JAKARTA - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini potensi hujan di sejumlah wilayah sepekan ke depan periode 15-21 Mei 2026. Potensi hujan ini diakibatkan adanya gangguan atmosfer berupa Madden-Julian Oscillation (MJO) hingga Sirkulasi Siklonik di tengah periode peralihan musim.

BMKG mengungkapkan bahwa dalam beberapa hari terakhir, kondisi cuaca di Indonesia masih menunjukkan dinamika khas masa peralihan. Berkurangnya tutupan awan di pagi hingga siang hari pada sejumlah wilayah membuat pemanasan permukaan berlangsung lebih intensif, sehingga suhu udara pada siang hari terasa lebih panas.



Baca juga: Siklon Tropis Hagupit, BMKG: Waspada Hujan Lebat dan Gelombang Tinggi

Lebih lanjut, BMKG melaporkan pada periode 11–13 Mei 2026, suhu maksimum di atas 36,0°C hingga 37,1°C masih teramati di beberapa wilayah, seperti Sumatra Utara, Kalimantan Timur, dan Jawa Timur.

“Namun, pemanasan yang kuat ini tidak selalu identik dengan kondisi kering, karena pada wilayah dengan kelembapan udara yang cukup tinggi, proses tersebut dapat memperkuat aktivitas konvektif dan memicu pembentukan awan hujan pada sore hingga malam hari,” tulis BMKG dalam keterangan tertulisnya, Jumat (15/5/2026).

Hal tersebut dikonfirmasi dengan masih adanya hujan dengan intensitas lebat hingga sangat lebat yang masih tercatat di sejumlah daerah pada periode yang sama.

BMKG mencatat curah hujan harian cukup signifikan di Sulawesi Barat sebesar 139,0 mm/hari, Sulawesi Tenggara 81,4 mm/hari, Papua Barat 80,0 mm/hari, Papua Tengah 71,0 mm/hari, Sumatera Barat 70,9 mm/hari, Kalimantan Barat 66,3 mm/hari, Papua Pegunungan 62,4 mm/hari, dan Kalimantan Tengah 57,4 mm/hari.

Baca juga: BMKG: Hujan Lebat Disertai Angin Kencang Bakal Melanda Jabodetabek Sepanjang Hari

Peningkatan potensi hujan ini, jelas BMKG, juga didukung dengan aktifnya beberapa gangguan atmosfer, seperti Madden-Julian Oscillation (MJO), Gelombang Rossby Ekuatorial, Gelombang Kelvin, dan Mixed Rossby-Gravity (MRG) yang memengaruhi sebagian wilayah Indonesia secara bersamaan. “Faktor lain yang turut mendukung kondisi tersebut adalah adanya sirkulasi siklonik di beberapa wilayah, yang dapat meningkatkan pembentukan awan konvektif dan memperbesar peluang hujan signifikan,” jelasnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!