Kembali Bergeliat, Indah Karya Ekspor Limbah Kayu ke Korea dan Kanada
Minggu, 20 September 2020 - 14:36 WIB
"Wood pellet adalah salah satu EBT (energi baru terbarukan) yang dihasilkan dari limbah kayu olahan dari produksi plywood dan dari kayu buangan atau sisa dari masyarakat lainnya yang diolah menghasilkan serbuk yang dipadatkan, sehingga menghasilkan kalori tertentu. Biasanya, bahan wood pellet digunakan sebagai alternatif pengganti batubara," terangnya.
Untuk membangun industri wood pellet ini, pihaknya terilhami konsep tidak ada limbah yang terbuang percuma.
Selama ini, pihaknya memproduksi plywood yang menghasilkan limbah yang terbuang begitu saja. Selain itu, limbah yang sama pun berasal dari masyarakat.
Sayangnya, tidak ada nilai tambah dari limbah kayu tersebut. Akhirnya, dilakukan study pengelolaan limbah plywood menjadi wood pellet yang mempunyai nilai tambah yang cukup tinggi dan bisa diekspor.
"Saat ini, langkah untuk rencana tersebut sedang disiapkan dimana pabrik wood pellet yang berkapasitas 2500 MT (metrik ton)/bulan yang berlokasi di kawasan industri Bondowoso sedang melakukan pembenahan dan melakukan peng-install-an mesin-mesin produksi, agar bulan depan diharapkan dapat dilakukan uji produksi (commissioning)," paparnya.
Adapun ekspor wood pellet tersebut direncanakan diarahkan ke pasar yang saat ini tersedia, yakni Kanada dan Korea. Namun, kata Nel, tidak menutup kemungkinan ekspor wood pellet diarahkan ke negara lainnya.
"Pangsa pasar wood pellet ini cukup terbuka, sudah banyak peminat yang menyampaikannya pada kami. Namun, kalau kita kaitkan dengan program pemerintah, kita lebih memilih ekspor," katanya.
Untuk membangun industri wood pellet ini, pihaknya terilhami konsep tidak ada limbah yang terbuang percuma.
Selama ini, pihaknya memproduksi plywood yang menghasilkan limbah yang terbuang begitu saja. Selain itu, limbah yang sama pun berasal dari masyarakat.
Sayangnya, tidak ada nilai tambah dari limbah kayu tersebut. Akhirnya, dilakukan study pengelolaan limbah plywood menjadi wood pellet yang mempunyai nilai tambah yang cukup tinggi dan bisa diekspor.
"Saat ini, langkah untuk rencana tersebut sedang disiapkan dimana pabrik wood pellet yang berkapasitas 2500 MT (metrik ton)/bulan yang berlokasi di kawasan industri Bondowoso sedang melakukan pembenahan dan melakukan peng-install-an mesin-mesin produksi, agar bulan depan diharapkan dapat dilakukan uji produksi (commissioning)," paparnya.
Adapun ekspor wood pellet tersebut direncanakan diarahkan ke pasar yang saat ini tersedia, yakni Kanada dan Korea. Namun, kata Nel, tidak menutup kemungkinan ekspor wood pellet diarahkan ke negara lainnya.
"Pangsa pasar wood pellet ini cukup terbuka, sudah banyak peminat yang menyampaikannya pada kami. Namun, kalau kita kaitkan dengan program pemerintah, kita lebih memilih ekspor," katanya.
Lihat Juga :