Kisah Pasukan Legiun Mangkunegaran Mampu Menandingi Kekuatan Militer Eropa
Senin, 11 Mei 2026 - 07:24 WIB
Pasukan gerilya tersebut, akhirnya dibentuk menjadi Praja Mangkunegaran, saat Pangeran Sambernyowo berkuasa pada tahun 1757. Pada saat pembentukan Praja Mangkunegaran, sebanyak 12 kesatuan yang berpengalaman bergerilya tetap dipertahankan. Kekuatan pasukan ditambah dengan 22 unit infanteri, kavaleri dan artileri yang masing-masing terdiri dari 44 orang.
Wafatnya Mangkunegara I, ternyata tidak menyurutkan keberadaan Praja Mangkunegaran. Bahkan, satuan militer tersebut justru semakin dikembangkan di masa Mangkunegara II, yakni dengan pembentukan Legiun Mangkunegaran, pada tahun 1808.
Mangkunegara II memiliki visi yang sangat kuat dalam pembentukan pasukan elite tempur tersebut. Selain mengadopsi Grande Armee, pembentukan Legiun Mangkunegaran juga mengadopsi Legionnaire atau Legiun, sebuah organisasi militer Perancis, yang berarti pasukan bala tentara.
Sebagai pasukan elite tempur modern, Legiun Mangkunegaran juga mengadopsi militer Perancis secara fisik, persenjataan, taktik, dan organisasi.
Meski tidak menyukai Belanda, Mangkunegara II tetap menggunakan perwira-perwira militer Belanda, Perancis, dan Inggris untuk melatih Legiun Mangkunegaran secara profesional. Hal ini dilakukan, demi pembangunan militer yang kuat.
Selama pembentukannya, Legiun Mangkunegaran mendapatkan beragam pelatihan kemiliteran di Soldat Sekul. Anggota pasukan elite tempur tersebut, dilatih mahir menggunakan berbagai senjata, yakni keris, pedang, tombak, sumpit, panah, senjata api, hingga meriam sebagai senjata artileri.
Tak hanya itu, prajurit yang tergabung dalam Legiun Mangkunegaran juga mendapatkan pelatihan untuk pergerekan pasukan dengan mobilitas tinggi menggunakan kuda, baik untuk pasukan infanteri, kavaleri, maupun artileri. Mereka juga dilantih menghadapi pertempuran dalam jangka panjang, serta menghadapi perang gerilya.
Pada masa awal pembentukannya, Legiun Mangkunegaran berkekuatan sebanyak 1.150. Jumlah tersebut terbagi dalam 800 prajurit infanteri (Fusilier), 100 prajurit penyerbu (Jagers), 200 prajurit kavaleri (berkuda), dan 50 prajurit rijdende artileri (meriam).
Selama bertugas, prajurit Legiun Mangkunegaran dipersenjatai berbagai jenis senjata modern dan senjata khas prajurit Jawa. Yakni terdiri dari keris, pedang, tombak, panah, pistol, senapan, serta meriam.
Wafatnya Mangkunegara I, ternyata tidak menyurutkan keberadaan Praja Mangkunegaran. Bahkan, satuan militer tersebut justru semakin dikembangkan di masa Mangkunegara II, yakni dengan pembentukan Legiun Mangkunegaran, pada tahun 1808.
Mangkunegara II memiliki visi yang sangat kuat dalam pembentukan pasukan elite tempur tersebut. Selain mengadopsi Grande Armee, pembentukan Legiun Mangkunegaran juga mengadopsi Legionnaire atau Legiun, sebuah organisasi militer Perancis, yang berarti pasukan bala tentara.
Sebagai pasukan elite tempur modern, Legiun Mangkunegaran juga mengadopsi militer Perancis secara fisik, persenjataan, taktik, dan organisasi.
Meski tidak menyukai Belanda, Mangkunegara II tetap menggunakan perwira-perwira militer Belanda, Perancis, dan Inggris untuk melatih Legiun Mangkunegaran secara profesional. Hal ini dilakukan, demi pembangunan militer yang kuat.
Selama pembentukannya, Legiun Mangkunegaran mendapatkan beragam pelatihan kemiliteran di Soldat Sekul. Anggota pasukan elite tempur tersebut, dilatih mahir menggunakan berbagai senjata, yakni keris, pedang, tombak, sumpit, panah, senjata api, hingga meriam sebagai senjata artileri.
Tak hanya itu, prajurit yang tergabung dalam Legiun Mangkunegaran juga mendapatkan pelatihan untuk pergerekan pasukan dengan mobilitas tinggi menggunakan kuda, baik untuk pasukan infanteri, kavaleri, maupun artileri. Mereka juga dilantih menghadapi pertempuran dalam jangka panjang, serta menghadapi perang gerilya.
Pada masa awal pembentukannya, Legiun Mangkunegaran berkekuatan sebanyak 1.150. Jumlah tersebut terbagi dalam 800 prajurit infanteri (Fusilier), 100 prajurit penyerbu (Jagers), 200 prajurit kavaleri (berkuda), dan 50 prajurit rijdende artileri (meriam).
Selama bertugas, prajurit Legiun Mangkunegaran dipersenjatai berbagai jenis senjata modern dan senjata khas prajurit Jawa. Yakni terdiri dari keris, pedang, tombak, panah, pistol, senapan, serta meriam.
Lihat Juga :