Pemerintah Diminta Perluas Program Literasi Digital hingga ke Daerah
Jum'at, 08 Mei 2026 - 17:08 WIB
Pemerintah diminta perluas program literasi digital bagi masyarakat hingga ke daerah. Foto/SindoNews
DEPOK - Pemerintah diminta perluas program literasi digital berbasis komunitas, dan mengintegrasikan ekosistem UMKM digital dengan jaringan pengaman sosial. Hal itu penting untuk mengubah fenomena ngemis online melalui akun media sosial (medsos).
Mahasiswa Universitas Indonesia (UI) Vanessa Rizki Azhari mengatakan, setidaknya dua hal mendesak perlu dilakukan pemerintah untuk mengatasi persoalan ini. Pertama, mengubah paradigma pemberdayaan digital dari pelatihan teknis semata menjadi kurikulum ekonomi digital yang kontekstual yaitu, mengajari masyarakat bukan hanya mengoperasikan aplikasi, tetapi cara menghasilkan nilai dari aplikasi tersebut.
“Kedua mengintegrasikan bantuan sosial dengan ekosistem digital, sehingga penerima manfaat memiki sejalan menuju kemandirian ekonomi digital, bukan hanya transfer tunai,” ujarnya, Jumat (8/5/2026).
Baca juga: Komdigi Dorong Generasi Muda Perkuat Literasi Digital
Berdasarkan data Indeks Masyarakat Digital Indonesia (IMDI) 2024, pilar keterampilan Digital masyarakat Indonesia berada di angka yang lumayan besar yaitu mencapai 58,25. Data tersebut berarti secara teknis masyarakat sudah mahir memegang gawai dan mengoperasikan aplikasi.
Pilar pemberdayaan yang merupakan indikator kemampuan masyarakat memanfaatkan teknologi secara produktif untuk meningkatkan kualitas hidup hanya sebesar 25,66 saja. Selisih yang sangat besar ini merupakan cerminan adanya kesenjangan antara kemampuan menekan tombol dan kemampuan mengubah teknologi menjadi kekuatan ekonomi.
Mahasiswa Universitas Indonesia (UI) Vanessa Rizki Azhari mengatakan, setidaknya dua hal mendesak perlu dilakukan pemerintah untuk mengatasi persoalan ini. Pertama, mengubah paradigma pemberdayaan digital dari pelatihan teknis semata menjadi kurikulum ekonomi digital yang kontekstual yaitu, mengajari masyarakat bukan hanya mengoperasikan aplikasi, tetapi cara menghasilkan nilai dari aplikasi tersebut.
“Kedua mengintegrasikan bantuan sosial dengan ekosistem digital, sehingga penerima manfaat memiki sejalan menuju kemandirian ekonomi digital, bukan hanya transfer tunai,” ujarnya, Jumat (8/5/2026).
Baca juga: Komdigi Dorong Generasi Muda Perkuat Literasi Digital
Berdasarkan data Indeks Masyarakat Digital Indonesia (IMDI) 2024, pilar keterampilan Digital masyarakat Indonesia berada di angka yang lumayan besar yaitu mencapai 58,25. Data tersebut berarti secara teknis masyarakat sudah mahir memegang gawai dan mengoperasikan aplikasi.
Pilar pemberdayaan yang merupakan indikator kemampuan masyarakat memanfaatkan teknologi secara produktif untuk meningkatkan kualitas hidup hanya sebesar 25,66 saja. Selisih yang sangat besar ini merupakan cerminan adanya kesenjangan antara kemampuan menekan tombol dan kemampuan mengubah teknologi menjadi kekuatan ekonomi.
Lihat Juga :