Sinyal KA Argo Bromo dan KRL yang Kecelakaan di Stasiun Bekasi Timur Disorot, Ini Penjelasan Menhub
Selasa, 28 April 2026 - 12:34 WIB
Sinyal kereta api dalam kecelakaan KA Argo Bromo dan KRL Commuter Line di Stasiun Bekasi Timur menjadi sorotan. Jumlah korban keseluruhan sebanyak 14 meninggal dunia dan 84 korban luka. Foto: Niko Prayoga
BEKASI - Sinyal kereta api dalam kecelakaan KA Argo Bromo dan KRL Commuter Line di Stasiun Bekasi Timur menjadi sorotan. Pihak terkait belum mau menegaskan bahwa alat tersebut tidak berfungsi sebelum kecelakaan.
Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi mengungkapkan terkait sinyal yang tak berfungsi pihaknya menyerahkan sepenuhnya kepada Komisi Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT). "Saya tidak ingin lebih awal menyatakan ini karena KNKT yang akan melakukan investigasi," ujar Dudy dalam jumpa pers di Stasiun Bekasi Timur, Selasa (28/4/2026).
Baca juga: KA Argo Bromo Anggrek Tabrak KRL di Stasiun Bekasi Timur, PT KAI Minta Maaf
Dia meminta KNKT melakukan investigasi secara komprehensif terkait kepastian penyebab tabrakan KRL dan kereta api jarak jauh tersebut.
Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi mengungkapkan terkait sinyal yang tak berfungsi pihaknya menyerahkan sepenuhnya kepada Komisi Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT). "Saya tidak ingin lebih awal menyatakan ini karena KNKT yang akan melakukan investigasi," ujar Dudy dalam jumpa pers di Stasiun Bekasi Timur, Selasa (28/4/2026).
Baca juga: KA Argo Bromo Anggrek Tabrak KRL di Stasiun Bekasi Timur, PT KAI Minta Maaf
Dia meminta KNKT melakukan investigasi secara komprehensif terkait kepastian penyebab tabrakan KRL dan kereta api jarak jauh tersebut.
Lihat Juga :