Tutup MitMe Fest 2026, Stafsus Presiden Serukan Gotong Royong Digital untuk 64 Juta UMKM

Senin, 27 April 2026 - 23:28 WIB
Kondisi ini dinilai berpotensi memperlebar kesenjangan antara korporasi besar dengan pelaku usaha mikro yang masih minim literasi digital, bahkan takut untuk mulai beradaptasi dengan teknologi.

"Pemerintah tidak bisa berdiri sendiri untuk mengurusi masalah yang sebegitu banyak dari Sabang sampai Merauke. Harus ada semangat gotong-royong di mana program-program ini tidak bisa dilakukan sendiri, melainkan harus berkolaborasi secara kolektif dengan talenta muda, komunitas, hingga pihak swasta," kata Tiar dalam keterangan dikutip, Senin (27/4/2026).

Pernyataan tersebut mendapat sambutan kuat dari para pelaku UMKM dan komunitas yang hadir. Tiar menegaskan, kesenjangan digital bukan sekadar persoalan infrastruktur, tetapi persoalan ekosistem yang membutuhkan sinergi nyata antara pemerintah, platform digital, komunitas, dan sektor swasta.

MitMe Fest 2026 dirancang sebagai platform berbasis solusi, bukan sekadar festival pameran biasa. Sepanjang acara, para pelaku UMKM mendapat asesmen level usaha untuk memetakan kebutuhan bisnis mereka, konsultasi strategis gratis, hingga pendampingan mendalam seperti penyelesaian sertifikasi halal dan strategi adaptasi teknologi.

Founder Ekosistem MitMe, Adhitya Noviardi, mengatakan pihaknya ingin memastikan UMKM tidak hanya menjadi objek bisnis, tetapi benar-benar diberdayakan agar mampu naik kelas.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!