PGN dan BRIN Dongkrak Produktivitas Pesisir, Panen Padi Biosalin Jepara Tembus 176 Ton
Sabtu, 25 April 2026 - 13:17 WIB
Panen padi biosalin sebanyak 176 ton berhasil rampung dari 22 hektare lahan di Jepara, Jawa Tengah. Program CSR ini merupakan inisiasi dari PGN bersama BRIN serta Pemda. Foto: Ist
JEPARA - Panen padi biosalin sebanyak 176 ton berhasil rampung dari 22 hektare lahan di Jepara, Jawa Tengah. Program CSR ini merupakan inisiasi dari PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk/PGN bersama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) serta Pemda.
Berdasarkan hasil panen kali ini, produktivitas rata-rata tercatat sebesar 7–9 ton per hektare. Dengan demikian, total produksi mencapai rata-rata sekitar 176 ton gabah. Dari sisi ekonomi, capaian ini menghasilkan nilai sebesar Rp1,23 miliar dengan asumsi harga gabah Rp7.000 per kilogram.
Baca juga: PGN Bersama BRIN dan Pemkot Semarang Garap 20 Hektare Lahan Padi Biosalin
Kepala BRIN Arif Satria menegaskan pentingnya penerapan teknologi berbasis riset dalam sektor pertanian. "Keunggulan varietas Biosalin ini mampu menghasilkan kurang lebih 9 ton per hektare dan memiliki masa tanam antara 84 hingga 107 hari. Yang tidak kalah penting varietas biosalin ini memiliki kelebihan tahan terhadap hama penyakit dan mampu bertahan di lahan marginal," ujarnya, Jumat (24/4/2026).
Berdasarkan hasil panen kali ini, produktivitas rata-rata tercatat sebesar 7–9 ton per hektare. Dengan demikian, total produksi mencapai rata-rata sekitar 176 ton gabah. Dari sisi ekonomi, capaian ini menghasilkan nilai sebesar Rp1,23 miliar dengan asumsi harga gabah Rp7.000 per kilogram.
Baca juga: PGN Bersama BRIN dan Pemkot Semarang Garap 20 Hektare Lahan Padi Biosalin
Kepala BRIN Arif Satria menegaskan pentingnya penerapan teknologi berbasis riset dalam sektor pertanian. "Keunggulan varietas Biosalin ini mampu menghasilkan kurang lebih 9 ton per hektare dan memiliki masa tanam antara 84 hingga 107 hari. Yang tidak kalah penting varietas biosalin ini memiliki kelebihan tahan terhadap hama penyakit dan mampu bertahan di lahan marginal," ujarnya, Jumat (24/4/2026).
Lihat Juga :