Kisah Jenderal Sjafrie Kawal Soeharto yang Tolak Pakai Rompi Anti Peluru saat Kunjungan ke Bosnia

Sabtu, 25 April 2026 - 07:14 WIB
Pesawat yang ditumpangi rombongan Soeharto akhirnya sampai di bandara Sarajevo, Ibu Kota Bosnia. Rombongan dijemput Pasukan Kontingen Garuda XIV yaitu prajurit TNI yang bertugas sebagai pasukan perdamaian PBB di Bosnia dengan menggunakan dengan VAB, panser buatan Prancis yang mirip dengan Panser Anoa 6x6 produk PT Pindad.

Rombongan Soeharto kemudian menuju Istana Kepresidenan Bosnia untuk bertemu Presiden Bosnia Alja Izetbegovic. Untuk mencapai tujuan, panser-panser itu harus melewati Sniper Valley, tempat para penembak jitu dari kedua belah pihak yang berperang.

Rombongan Soeharto sampai di Istana Kepresidenan Bosnia yang memprihatinkan. Di Istana itu tidak ada air, sehingga air bersih harus diambil dengan ember.

Soeharto disambut hangat Presiden Bosnia Alija Izetbegovic. Keduanya berbincang tak kurang dari 1,5 jam dilanjutkan dengan jamuan makan siang. Soeharto lalu memerintahkan Menlu Ali Alatas untuk memberikan keterangan pers di ruangan lainnya.

Saat pertemuan Soeharto dan Alija Izetbegovic, proyektil meriam jatuh sekitar 3 km dari Istana Kepresidenan. Sjafrie lalu memberitahukan Soeharto bahwa sisa waktu hanya 3 jam karena situasi semakin mencekam.

Suara tembakan terdengar dari kejauhan. Prajurit-prajurit juga terlihat bersiaga. Setelah tiga jam melaksanakan kunjungan, Soeharto kembali ke Indonesia.

"Melihat Pak Harto begitu tenang, moral, dan kepercayaan diri kami sebagai pengawalnya pun ikut kuat, tenang, dan mantap. Presiden saja berani, mengapa kami harus gelisah,” ujar Sjafrie.
(jon)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!