Perceraian di Jakarta Tembus 1.881 Kasus, Dina Masyusin Dorong Perda Pembangunan Keluarga
Selasa, 10 Maret 2026 - 10:25 WIB
Legislator Partai Perindo Dina Masyusin menilai, keluarga merupakan unit sosial terkecil yang memiliki pengaruh besar terhadap kualitas masyarakat. Foto/Istimewa
JAKARTA - Lonjakan perceraian di Ibu Kota berpotensi memicu masalah sosial yang lebih luas, mulai dari meningkatnya angka putus sekolah hingga gangguan kesehatan mental pada anak. Karena itu, penguatan kebijakan pembangunan keluarga dinilai penting untuk memperkuat kualitas sumber daya manusia.
Hal tersebut mengemuka dalam pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Pembangunan Keluarga di DPRD DKI Jakarta. Legislator Partai Perindo Dina Masyusin menilai, keluarga merupakan unit sosial terkecil yang memiliki pengaruh besar terhadap kualitas masyarakat.
"Ketika keluarga menghadapi tekanan ekonomi, konflik relasi, maupun tantangan pengasuhan, dampaknya bisa meluas menjadi persoalan publik," ujar Dina Masyusin, Senin (9/3/2026).
Baca Juga: Jenis Perceraian yang Diharamkan dalam Islam
Hal tersebut mengemuka dalam pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Pembangunan Keluarga di DPRD DKI Jakarta. Legislator Partai Perindo Dina Masyusin menilai, keluarga merupakan unit sosial terkecil yang memiliki pengaruh besar terhadap kualitas masyarakat.
"Ketika keluarga menghadapi tekanan ekonomi, konflik relasi, maupun tantangan pengasuhan, dampaknya bisa meluas menjadi persoalan publik," ujar Dina Masyusin, Senin (9/3/2026).
Baca Juga: Jenis Perceraian yang Diharamkan dalam Islam
Lihat Juga :